Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home OPINI

Mengapa Butur Harus Dipimpin Anak Muda?

Oleh : Rahman SKM., M.Kes

Redaksi by Redaksi
September 5, 2019
in OPINI
0
Smiley face

Adalah H. Abdul Gafur Mas’ud, sosok pemuda yang sedang viral belakangan ini. Wajahnya mendadak tenar bersamaan dengan euphoria berita pemindahan Ibu Kota di Penajam Pasar Utara dan Kutai Kertanegara Kalimantan Timur.

Ia adalah Bupati dari calon Ibu Kota Negara Republik Indonesia itu. Usianya masih sangat muda, 31 tahun. Badannya Kuat, Pikirannya cerdas, Agamais dan wajahnya juga cukup tampan. Ia kini adalah magnet di Penajam.

 

Apa yang bisa Ia lakukan diusia semuda itu?

Semenjak jadi Bupati, ia gratiskan BPJS dan semua seragam sekolah bagi semua murid di Penajam. Ia juga aktif turun ke masyarakat dan memiliki program-program brilian untuk Penajam.

Di Lampung, ada Muhammad Ridho Ficardo, Gubernur Lampung yang menjabat pada periode 2014-2019. Saat dilantik, Ia merupakan Gubernur Termuda yang dipilih oleh rakyat, karena masih berusia 33 tahun.

You Might Also Like

Dam Haji di Tanah Air: Antara Fatwa, Pendapat Mazhab dan Rasionalitas Maqasid

Hardiknas 2 Mei 2025, Optimalisasi Anggaran Pendidikan dan Penguatan SDM

Pendidikan Widyalaya Mulai Menggeliat di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara

Bukan Sekadar Bertahan : Warga Marjinal Kota Kendari Berhak atas Layanan Publik yang Adil dan Inklusif

Di Jawa Timur, ada Bupati Trenggalek yang mulai pada Februari 2019 tercatat oleh MURI sebagai Bupati Termuda se Indonesia dengan Usia 28 tahun. Ia adalah Mas Ipin, sapaan akrab untuk Muhammad Nur Arifin.

Masih di Pulau Jawa, ada Makmun Ibnu Fuad, Bupati Bangkalan yang dilantik sebagai Bupati di masa Soekarwo saat berusia 26 tahun. Makmun menang telak dalam perhelatan pemilihan Bupati Bangkalan pada Desember 2012.

Masih banyak lagi daftar kepala-kepala Daerah dari kalangan anak muda yang sukses memimpin daerahnya, seperti Mardani H. Maming, Bupati Kabupaten Tanah Bumbu masa jabatan 2010-2015. Yopi Arianto, Bupati Indragiri Hulu yang saat dilantik umurnya baru menginjak 30 tahun.

Muhammad Syahrial, Walikota Tanjung Balai Sumatera Utara, yang menduduki kursinya saat berusia 26 tahun. Airin Rachmi Diany, Walikota Tangerang 2 periode yang dilantik saat berusia 35 tahun. Dan Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Utara yan berusia 39 tahun saat terpilih memimpin salah satu daerah di Pulau Sulawesi tersebut.

Daftar pemuda-pemuda hebat di atas adalah salah satu bukti bahwa estafet transformasi kepemimpinan dari golongan tua ke golongan muda telah terjadi di Indonesia.

Beralih ke Buton Utara, salah satu daerah yang geliat politiknya cukup panas menjelang Pilkada 2020 ini.

Sejarah panjang perjuangan pemekaran Kabupaten Buton Utara hingga perkembangan terkininya, telah mengajarkan kita bahwa keterlibatan Anak Muda dalam urusan sosial kemasyarakatan termasuk politik, telah berhasil membentuk sebuah kekuatan besar.

Sejak ia mekar tahun 2007, barisan anak muda Bangkudu, Lipu dan kelompok-kelompok anak muda lainnya yang tergabung di 6 kecamatan dan tidak bisa saya sebutkan satu persatu, telah terbukti punya andil besar dalam mempercepat tenaga lokomotif pemerintahan menjadi lebih berani, gesit, dan progresif.

Peluang ini yang dibaca sangat jeli oleh seorang tokoh bernama Abu Hasan. Ia sadar akan kekuatan kaum muda tersebut. Karena itu saat mencalonkan diri sebagai Bupati Buton Utara tahun 2014 silam, barisan pendukungnya mayoritas diisi kalangan anak Muda. Hingga akhirnya Ia berhasil memenangkan pertarungan sengit melawan petahana Ridwan Zakariah saat itu.

Mengapa Butur Harus dipimpin Anak Muda?

Dua kali sudah Buton Utara dipimpin oleh Golongan sepuh, namun sampai kini belum terlihat peningkatan kesejahteraan yang drastis di Buton Utara. Lapangan pekerjaan minim, pengangguran merajalela, ekonomi lesu dan partisipasi publik serta Layanan publik terbatas hanya untuk golongan-golongan tertentu.

Kurang lebih 600 miliar APBD digelontorkan tiap tahun di Buton Utara. Jika dipotong belanja pegawai dan hibah dana desa, masih ada sekitar 300 miliar yang disisakan untuk pembangunan baik di bidang infrastruktur, ekonomi, pembangunan Sumber Daya Manusia dll.

Smiley face

Di bidang pertanian Pemda menganggarkan sekitar 10 sampai 15 miliar pertahun. Tapi sampai kini realitas dilapangan menjawab bahwa belum ada hasil memuaskan yang mampu mensejahterakan masyarakat Buton Utara. Program padi organik yang diagung-agungkan pemerintah daerah saat ini, faktanya di kelola oleh orang-orang yang bukan berlatar belakang pertanian. Sehingga wajar kalau program ini hanya menang di Branding saja.

Demikian pula di bidang lain seperti perikanan, kesehatan, pariwisata dll. Arah pembangunan bidang-bidang ini tidak melalui kajian potensi daerah oleh orang-orang yang profesional di bidangnya, sehingga anggaran pembangunannya banyak yang mubazir dan tidak bisa menunjang kesejahteraan rakyat. Selama ini penelitian-penelitian yang dilakukan terbukti tidak terukur keberhasilannya.

Siapa yang bisa mengembalikan arah pembangunan Buton Utara ini?
Jawabnya adalah golongan anak muda.

Jiwa muda yang dipenuhi rasa penasaran atas sebuah kebenaran adalah DNA pendobrak paling ampuh dalam membuat terobosan dalam struktur pemerintahan yang lebih maju dan progresif.

Buton Utara kaya akan sumber daya pemuda. Geliat mereka terlihat dimana-mana. Banyak anak muda Buton Utara yang telah terbukti mumpuni dan layak memimpin Buton Utara.

Ada Salam Sahadia, tokoh muda Butur yang sangat di perhitungan di Sulawesi Tenggara. Ada Muliadin Salenda, seorang ketua partai yang basis masanya jelas dan terukur. Ada Afif Darvin, sang pejuang pemekaran yang kritis dan lantang bersuara. Ada Alias Dadi Agusman, pemegang kursi DPRD dua periode. Ada Mazlin, tokoh muda paling gigih mengumpulkan anak-anak muda potensial Butur. Ada Tarif, pendatang baru di DPRD Butur yang punya simpatisan paling loyal, Ada La Ode Halim, Yosharman, Kamil Jufri dan tokoh-tokoh Anak Muda lainnya yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu.

Nama-nama ini sangat disayangkan jika hanya bisa jadi penonton dalam Pilkada 2020 nanti.

Jika tiga kelompok anak muda dari kalangan intelektual, aktivis, dan pengusaha bersatu, maka percaya saja akan ada gelombang besar yang berdampak Positif terjadi di Buton Utara seperti yang telah terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia yang pemimpinnya adalah seorang anak muda.

Sudah saatnya estafet kepemimpinan bergulir kepada kaum muda. Jangan menunda-nunda lagi. Anak muda harus bangkit dan menyambut kesempatan yang terbuka lebar di depan mata.

Dominasi kaum muda ini tidak hanya terjadi di Butur. Diseluruh pelosok tanah air pola pergeseran perilaku politik sudah ditangan anak muda. Tentu saja hal ini berbanding lurus dengan jumlah pemilih anak muda di tahun 2020 nanti.

Sesuai data BPS, Struktur kependudukan di Indonesia telah menciptakan ledakan usia produktif (15 tahun-64 tahun), dan pada puncak bonus demografi pada 2030 akan menciptakan sekitar 180 juta jiwa usia produktif. Karena itulah di 2020 nanti, Pilkada akan didominasi peran anak muda.

Masih berdasarkan data BPS, peran usia produktif khususnya kaum muda yang berusia 17 tahun sampai 35 tahun berkisar 100 juta jiwa dari sekitar 196 juta lebih pemilih. Hal ini memunculkan prediksi bahwa Anak Muda akan berhasil mendongkrak suara masa di TPS-TPS nanti.

Inilah kesempatan Anak Muda Buton Utara memanfaatkan daya ungkit kaum muda dan menopang pembangunan daerah.

Anak muda sudah saatnya menjadi policy maker dan memegang jabatan strategis di struktur pemerintahan.

Alasan lain mengapa Butur harus dipimpin anak muda adalah gelombang inovasi teknologi saat ini dikuasai oleh psikologi Kaum Muda. Dibutuhkan figur dari Anak Muda dengan profil yang hidup di era yang sama, sehingga nantinya pemecahan dan pengelolaan permasalahan lebih selaras dan lebih efektif. (**)

 

 

Penulis adalah politisi muda sekaligus mantan Ketua KNPI Buton Utara

Post Views: 251
Tags: #Anak Muda#Buton Utara#Opini#Rahman#tenggaranews
Previous Post

Sepekan Operasi Patuh Anoa Digelar, Lantas Kolaka Jaring 476 Pelanggar

Next Post

Silaturahmi dengan Wapres JK, PB HMI Sampaikan Pemecatan Saddam Al Jihad Sebagai Anggota

Redaksi

Redaksi

Related News

Dam Haji di Tanah Air: Antara Fatwa, Pendapat Mazhab dan Rasionalitas Maqasid

Dam Haji di Tanah Air: Antara Fatwa, Pendapat Mazhab dan Rasionalitas Maqasid

by Redaksi
May 17, 2025
0

Kebijakan Kementerian Agama RI yang membuka kemungkinan penyembelihan Dam jamaah haji musim 1446 H/2025 M dilakukan di tanah air menimbulkan...

Hardiknas 2 Mei 2025, Optimalisasi Anggaran Pendidikan dan Penguatan SDM

Hardiknas 2 Mei 2025, Optimalisasi Anggaran Pendidikan dan Penguatan SDM

by Redaksi
May 2, 2025
0

Di Hari Pendidikan Nasional 2025 ini, mari kita berhenti sejenak dari euforia perayaan, dan bertanya lebih dalam. Apakah kita benar-benar...

Pendidikan Widyalaya Mulai Menggeliat di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara

Pendidikan Widyalaya Mulai Menggeliat di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara

by Redaksi
May 2, 2025
0

Keberadaan umat Hindu di Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak pertama kali dimulai Tahun 1968 melalui program transimigrasi pertama di Desa Jati...

Bukan Sekadar Bertahan : Warga Marjinal Kota Kendari Berhak atas Layanan Publik yang Adil dan Inklusif

Bukan Sekadar Bertahan : Warga Marjinal Kota Kendari Berhak atas Layanan Publik yang Adil dan Inklusif

by Redaksi
April 25, 2025
0

Di tengah gencarnya pembangunan kota dan geliat ekonomi yang makin hidup, masih ada ribuan warga Kendari yang merasa tak terlayani....

Next Post
Silaturahmi dengan Wapres JK, PB HMI Sampaikan Pemecatan Saddam Al Jihad Sebagai Anggota

Silaturahmi dengan Wapres JK, PB HMI Sampaikan Pemecatan Saddam Al Jihad Sebagai Anggota

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal : Jangan Takut Kelola Dana Desa

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal : Jangan Takut Kelola Dana Desa

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • Polsek Kaledupa Dinilai Tidak Profesional Tangani Laporan Masyarakat
  • Usut Penyebab Kematian Baim, Polisi Periksa 4 Orang Saksi
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara