TenggaraNews.com, KOLAKA – Sebanyak 500 lebih paket berbuka dibagikan oleh Panwas Kabupaten Kolaka, yang melibatkan Panwas Kecamatan bersama PPL. Kegiatan tersebut serentak dilakukan di 12 Kecamatan Se-Kabupaten Kolaka.
“Iya, serentak kita adakan di 12 Kecamatan. Selain berbagi takjil kita juga menyelipkan pesan-pesan Pilkada damai, seperti stop kampanye berbau Sara, ujaran kebencian dan anti politik uang,” kata Iswanto, Kordiv Hukum dan penanganan pelanggaran Panwaslu Kolaka, Minggu 27 Mei 2018.
Menurut dia, tujuan sosialisasi Pilkada damai yang dirangkaikan dengan pembagian takjil sekaligus memberikan pemahaman, agar masyarakat di Kabupaten Kolaka bisa menjaga proses Pilkada secara baik. Tentu saja melibatkan masyarakat, sesuai dengan tagline Bawaslu yakni bersama rakyat awasi Pemilu.
“Kita tak bisa sendirian mengawasi jalannya tahapan proses Pilkada, tetapi harus melibatkan masyarakat. Personel kita terbatas untuk dapat mencover seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Kolaka. Apalagi untuk menemukan dugaan pelanggaran,” ujarnya.
Sampai saat ini, lanjut Iswanto, pelanggaran kode etik dan netralitas ASN di Kabupaten Kolaka selama masa kampanye masih menjadi perhatian. Panwaslu Kabupaten Kolaka sudah memproses 62 ASN yang diduga melanggar aturan netralitas dan kode etik ASN.
Laporan: Kyl
Editor: Ikas Cunge








