TenggaraNews.com, BUTON TENGAH – Pasca mendapatkan kecaman dari warga Kabupaten Muna, tumpukan batu yang berada di Desa Bantea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) akhirnya disingkirkan. Aktivitas kendaraan roda dua maupun roda empat tampak normal kembali.
Namun demikian, pemerintah Buteng akan menggunakan cara lain dalam mengantisipasi ancaman Covid-19, bagi warga yang masuk di wilayah Buteng khusunya yang berasal dari wilayah Muna melalui Desa Wale -ale, Kecamatan Tongkuno Selatan.
Kepala Desa (Kades) Bantea, La Udi mengatakan, upaya yang dilakukan sebelumnya untuk mengatisipasi ancaman penyebaran Covid-19, tumpukan batu di wilayah perbatasan Buteng – Muna bukanlah inisitif pribadi.
“Sebelumnya, saya sama sekali tidak ada niatan untuk melakukan penutupan akses seperti itu, karena berbagai macam pertimbangan, utamanya pertimbangan kekeluargaan, karena otomatis imbasnya adalah aktivitas sosial ekonomi masyarakat sedikit terhambat,” kata Kades Bantea, Minggu 3 Mei 2020.

Lanjutnya, penutupan akses yang dilakukan sebelumnya agar seluruh kendaraan yang masuk melalui Desa Bantea dapat dialihkan sementara, dan harus melalui posko pemeriksaan yang ada di Desa Lakapera.
“Itu semua dilakukan karena sebelumnya ada instruksi dari Pemda, bahwa untuk sementara jalur masuk Bantea dialihkan melaui posko pemeriksaan yang ada di Desa Lakapera,” ucapnya.
Namun, setelah terjadi protes dari warga Desa Wale-ale pada Sabtu 2 Mei 2020, Kades Bantea ini akhirnya membuka kembali akses penghubung yang ada diperbatasan.
“Setelah dibuka kembali akses jalan, tentunya saya kembali minta petunjuk di Pemda, dan untuk di Bantea ternyata akan tetap dilakukan pengawasan bagi warga yang masuk, tetapi akan kami pasang portal dan akan tetap dilakukan imbauan berupa penggunaan masker serta pemeriksaan suhu tubuh. Alat pemeriksa suhu kami sudah dapat dari Pemda,” jelasnya.
Dikesempatan itu juga, Kades Bantea ini berharap agar setiap masyarakat yang masuk melalui wilayahnya menghargai sikap Pemda Buteng, dalam mengantisipasi ancaman Covid -19 terutama yang berada di wilayah perbatasan.
“Ini kami lakukan sama sekali tidak ada niatan untuk menghalangi aktivitas warga yang masuk melalui Desa Bantea, tetapi ini adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi akan ancaman mewabahnya Covid-19, terutama yang berada di perbatasan wilayah,” tutupnya.
Laporan: Hasan Barakati









