TenggaraNews.com, KOLAKA – Paganggangi (57), warga Dusun V Desa Tolowe Ponrewaru, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka ditemukan tak bernyawa di rumah kebun miliknya, Selasa 16 Juli 2019. Jasad pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai Petani ini ditemukan oleh keluarganya sendiri,sekitar pukul 13.00 Wita di Pakka Salo.
“Orang pertama yang melihat jenazah Almarhum adalah anaknya sendiri yang bernama Jusriadi,” ungkap Paur Subbag Humas Polres Kolaka, Bripka Riswandi.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, awal Juni tahun 2019, Paganggangi berangkat dari rumahnya menuju kebun miliknya menggunakan sepeda motor, dan tidak pernah kembali hingga 16 Juli 2019.
“Keluarganya sempat curiga, karena Paganggangi belum pulang-pulang, karena anaknya (Jusriadi) dan anak menantunya (Marsin) serta Samsuddin berangkat dari rumah menuju ke kebun milik Paganggangi, untuk melihat orangtuanya dan juga untuk membawakan bekal makanan,” jelasnya.
Ketika sampai di kebun, kata dia, Paganggangi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lalu, saudara Marsin memberikan kabar melalui via telphone selulernya kepada Saudari Hayil (anak almarhum), bahwa bapaknya sudah meninggal dunia. Berdasarkan informasi tersebut kemudian keluarga almarhum bersama warga sebanyak 30 orang berangkat menuju ke kebun untuk mengevakuasi korban Paganggangi.
Ditambahkannya, berdasarkan keterangan dari Hayil (anak almarhum), bahwa bapaknya mempunyai kebiasaan sering meninggalkan rumah menuju ke kebunnya, dikarenakan faktor sering emosi sama anak-anaknya. Hal tersebut sudah biasa dilakukan oleh alamrhum.
“Pada saat korban ditemukan, posisi mayat dalam kondisi terbaring dan berada di dalam rumah kebun. Berdasarkan keterangan medis dari pihak Puskesmas Wolo, hasil observasi kondisi mayat sudah tiga hari meninggal dunia, dan dimungkinkan meninggal dunia disebabkan karena kehabisan makanan,” pungkasnya.
Laporan: Deriyanto T
Editor: Ikas









