TenggaraNews.com,MUNA-Pos Komando (Posko) pemenangan pasangan calon bupati Muna LM. Rajiun Tumada-H. La Pili (RAPI) yang terletak di Jalan Bunga Kamboja, Kelurahan Raha III, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga di bakar orang tak di kenal (OTK), Kamis 22 Oktober 2020.
Menurut warga, Laode Mahmud, kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 02.30 WITA dini hari. Dimana saat itu kata dia, melihat api sudah merembet ke dinding posko.
“Saat pulang dari acara sekitar setengah tiga subuh saya melihat ada yang terbakar, saya pikir itu adalah sampah, ternyata dinding posko RAPI sudah dilahap sijago merah,”ucapnya.
Kata Mahmud, dinding dan lantai posko tercium bau minyak tanah sehingga ia bersama rekannya kemudian memadamkan api tersebut meski dalam keadaan panik.
“Yang kami takutkan didekat lokasi ada tiang listrik, takutnya api tersebut menjalar ke rumah warga,”katanya.
Sementara itu Jubir media Rajiun Center, Maliki La Ode, mengutuk keras pembakaran Posko RAPI di Jalan. Bunga Kamboja.Ia berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar terungkap jelas dasar atau motif pembakaran posko tersebut.
“Posko adalah sentra informasi dan simbol perjuangan dalam pemenangan setiap paslon, sangat tidak etis bila hal ini terjadi. Beberapa minggu sebelumnya Posko RAPI di Kecamatan Duruka juga di rusaki oleh oknum yang tidak dikenal, hal ini menandakan kedangkalan pemahaman sebagian orang dalam berpolitik,”jelasnya
Lanjut wakil ketua KNPI Sultra itu, bahwa fenomena tersebut tidak boleh didiamkan dan tidak boleh terulang, pihak berwajib harus segera mencari dan mengamankan pelakunya, agar tidak merembes pada masalah yang berkepanjangan, karena ia yakin bila hal ini tidak diusut tuntas maka kemungkinan mereka akan mengulangi kembali cara-cara seperti itu.
“Siapapun itu, pasti tidak menginginkan bila poskonya dibakar atau dirusaki, seharusnya praktek seperti ini menjadi musuh kita bersama, baik yang berada di Tim Pemenangan Rusman – Bachrun maupun kami di Tim Rajiun – La Pili, agar tercipta pesta demokrasi yang damai,”ujar mantan atlit Karateka itu.
Pesta Demokrasi kata dia, seharusnya di jalani dengan riang gembira, membakar dan merusak Posko merupakan kampanye hitam yang menyerang pribadi figur Calon Bupati dan Wakil Bupati, mengintervensi bawahan melalui kebijakan, manipulatif dan mengancam para pemilih dengan memutuskan segala jenis Bantuan Sosial seperti PKH, Bedah Rumah, BLT adalah cara-cara keji untuk mencederai demokrasi di Bumi Sowite.
“Kami meminta kepada seluruh Simpatisan dan Relawan Rajiun dan La Pili (RAPI) di seluruh Pelosok Kabupaten Muna, agar terus sigap dan antisipatif dari cara-cara licik yang di pertontonkan oleh pihak yang tidak suka dengan Barisan kita,”tandasnya.
Laporan . Phoyo









