TenggaraNews.com, KENDARI– Relawan Ketahanan Pangan Kota Kendari mendistribusikan 40 paket Sembako untuk komunitas Waria, Rabu 20 Mei 2020.
Selain bantuan Sembako, Relawan Ketahanan Pangan Kota Kendari juga melakukan sosialisasi penanganan Covid-19 dan pembagian masker.
Koordinator Bidang Edukasi dan Penggalangan Dana Relawan Ketahanan Pangan Kota Kendari, Hidayatullah mengatakan, selama ini komunitas Waria belum tersentuh bantuan dampak Covid-19, baik yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah.
Menurut mantan Ketua KPUD Provinsi Sultra, kelompok Waria harus tetap menjadi perhatian pemerintah, karena mereka merupakan masyarakat yang juga terdampak Covid-19.

Sebab, lanjutnya, mereka banyak bekerja di salon, dokorasi hingga penyanyi acara pernikahan. Akan tetapi, akibat pandemic Covid-19, pemermintaan job mereka juga ikut menurun.
“Ada laporan kalau mereka belum tersentuh bantuan, padahal bagian dari masyarakat yang terdampak corona. Makanya kita langsung berikan, biar bagaimana mereka juga perlu kita perhatikan, karena mereka ini memiliki identitas, tercatat sebagai warga Kota Kendari, dan jangan dijadikan bahan lelucon,” ujar Hidayatullah.
Ditambahkannya, selain kelompok Waria, pihaknya juga menyerahkan 30 paket Sembako kepada tenaga harian Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari.
“Total paket Sembako yang disalurkan untuk hari ini sebanyak 500 paket. Bantuan yang diberikan berisi beras, minyak, telur, gula pasir, susu, mie instan dan sejumlah asupan gizi lainnya senilai Rp200 ribu per paket,” jelasnya.
Hidayatullah menerangkan, pihaknya menggelar pekan donasi sejak Covid-19 mewabah hingga 23 Mei 2020 mendatang. Alhasil, beberapa kelompok, corporate dan individu yang turut memberikan bantuan melalui Relawan Ketahanan Pangan Kota Kendari.
Hidayatullah menyebutkan, sejak Relawan Ketahanan Pangan terbentuk, donasi dalam bentuk uang dari para dermawan terkumpul sebanyak Rp2,1 miliar.
Anggaran tersebut diserahkan kepada Pemkot Kendari untuk dibelanjakan kebutuhan alat kesehatan seperti Alat Pelindung Diri (APD).
“Kami hanya mengelolah yang berkaitan barang saja. Dan yang terkumpul sekitar 2500 paket, jika dirupiahkan sekitar Rp300 juta,” ucapnya.
Laporan: Ikas









