TenggaraNews.com, KENDARI – Konflik internal Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulawesi Tenggara (Sultra) kian memanas. Sekretaris DPW PAN Sultra, Adriatma Dwi Putra (ADP) dan Ketua DPD PAN Muna Barat, Rajiun Tumada Saling berbalas pantun dan menyerang melalui pernyataan di sejumlah pemberitaan.
Bahkan, ADP mengaku tak takut sekalipun tiga sosok Rajiun yang dihadapinya. Justru dia lebih segan terhadap sosok Rusman Emba.
“Jangankan seorang diri Rajiun, tiga Rajiun pun saya tidak takut, saya lebih segan kepada seorang Rusman Emba. Itu saja, harus dikutip. Saya tidak takut Rajiun keluar,” ujar Wali Kota Kendari itu secara tegas, Rabu 21 februari 2018.
Dia juga menambahkan, bahwa yang seharusnya belajar soal organisasi adalah Rajiun. Sebab, Bupati Muna Barat tersebut baru dua tahun bergabung di PAN, sehingga dinilainya belum cukup untuk memahami AD/ART partai.
“Yang harus belajar itu dia, apa yang dia faham soal AD/ART,” singkatnya.
Mantan anggota DPRD Provinsi Sultra ini juga menyinggung soal Pilcaleg 2014 lalu, yang dinilainya mantan Kasat Pol PP Sultra itu tak bekerja untuk PAN. Tapi, yang menikmati kerja keras kader-kader PAN seperti La Koso dan Rahmawati justru Rajiun Tumada. Setelah itu, orang nomor satu di Muna Barat tersebut banyak menghabisi kader-kader yang telah lama membesarkan PAN di DOB itu.
Diakui ADP, pihaknya fokus melakukan evaluasi terhadap kepengurusan Rajiun. Apalagi, DPD PAN Muna Barat paling banyak maunya, namun paling tida jelas juga. Selain itu, rapat internal tak pernah dilaksanakan selama dua tahun terakhir ini, malah yang dilakukan Rajiun adalah memanipulasi semua mekanisme rapat.
“Itu juga yang saya mau ingatkan, bahwa di tahun 2014, tidak ada setetes pun dia punya keringat terhadap PAN di Muna Barat. Yang kerja adalah teman-teman kita, yakni La Koso dan Rahmawati, dia (Rajiun) yang nikmati,” jelas ADP.
Laporan: Ikas Cunge








