TenggaraNews.com, JAKARTA – Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, meminta pihak-pihak yang mempermasalahkan munculnya Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam film The Tomorrow War agar jangan terbawa perasaan (baper). Sebab, film yang dibintangi aktor Chris Pratt dan ikut menampilkan SBY itu hanya fiksi.
Sebagaimana dilansir dari laman Kumparan.com, Andi menilai alur cerita sudah dirangkai sedemikian rupa oleh sutradara dan timnya. Sehingga, kemunculan SBY sebagai pemimpin dari Asia itu menjadi kewenangan sutradara, ketimbang Presiden Jokowi yang sedang menjabat saat ini.
“Namanya suka-suka sutradara dan ini kan fiksi. Jadi enggak perlu ada yang baper. Ini fiksi kok, enggak usah masukin di hati,” kata Andi, Senin 19 Juli 2021.
Andi pun ikut bertanya-tanya mengapa bukan Presiden Jokowi yang ditampilkan. Padahal, film tersebut menggambarkan keadaan di tahun 2022.
Baginya, ada kemungkinan tim produksi yang menampilkan SBY menilai positif kepemimpinan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu selama menjabat dua periode dulu. Sehingga, SBY-lah yang ditampilkan dalam film itu.
“Mungkin dia terkesan dengan sosok SBY sebagai tokoh dunia yang datang dari negara Asia, dan mungkin itu yang ada di benak sutradara. Tanpa mengecilkan siapa pun yang jadi presiden sekarang ini,” ujar Andi.
Laporan : Ibi









