TenggaraNews.com,MUBAR – Teka-teki Ikhwal Perebutan Ketua Komite Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) satu persatu mulai muncul dipermukaan.
Saat ini terdapat beberapa nama tokoh beken yang akan maju bertarung memperebutkan tahta pimpinan tertinggi KONI Sultra pasca ditinggalkan Agista Ali Mazi. Mereka adalah Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mantan Pangdam XIV Hasanuddin Makassar, La Ode M. Rajiun Tumada, mantan Bupati Muna Barat dan Alvian Taufan Jaya Putra yang merupakan Putera Gubernur Sultra Ali Mazi.
Diantara tiga figur tersebut, La Ode M. Rajiun Tumada dinilai layak untuk menahkodai KONI Sultra. Mengingat, Karateka tingkatan 5 (Dan 5) itu seorang atlet dan pelatih yang banyak menorehkan prestasi baik dikancah Nasional hingga Internasional.
Dengan rekam jejak tersebut, La Ode M. Rajiun Tumada dianggap layak dibanding kedua rivalitasnya untuk memimpin KONI Sultra.
“KONI itu adalah induk dari semua cabang olahraga, jadi yang harus pimpin KONI adalah mereka yang faham dan pernah merasakan pahit manisnya menjadi seorang atlet dan pelatih agar benar-benar faham yang diinginkan atlet maupun pelatih”, ungkap Boy Aleksander, salah satu Pemerhati Olahraga Sultra. Minggu, 27 Maret 2022.
Tak hanya itu kata Boy, La Ode M. Rajiun Tumada adalah salah satu atlet dalam dan luar negeri yang banyak menorehkan prestasi dan mengangkat nama daerah. Juga seorang Ketua KONI yang mampu mengantarkan daerah Otonom Baru Muna Barat menjadi peringkat kedelapan dari tujuh belas kabupaten kota saat perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Kolaka.
“Disamping selain atlet dan pelatih berprestasi, Rajiun juga selama menjadi ketua KONI diperiode pertamanya mampu mengangkat citra daerah Muna Barat sebagai daerah otonom baru dalam bidang olahraga yang meraih peringkat kedelapan dari tujuh belas kabupaten kota disultra saat Porprov di Kabupaten Kolaka”, tambah Boy.
Sebagai salah satu Pemerhati Olahraga kata Boy, baiknya dalam pemilihan ketua KONI yang akan diselenggarakan pada 28 Maret mendatang adalah mereka yang benar-benar faham akan kondisi olahraga di Sulawesi Tenggara, bukan mereka yang hanya mau coba-coba karena bekingan kekuasaan dan segelintir kelompok tertentu. Mengingat jika itu dilakukan maka yang rugi adalah anak-anak muda Sulawesi Tenggara yang memiliki bakat dalam dunia olahraga.
“Menjadi ketua KONI bukan mereka yang mau coba-coba, melainkan harus orangnya, jangan hanya karena faktor kekuasaan dan dukungan segelintir kelompok tertentu, Karena imbasnya pada anak-anak muda kita yang memiliki bakat dalam bidang olahraga”, katanya pula.
Sementara itu, Jiron salah satu atlet Sepak Bola Muna juga menginginkan hal yang sama. Ia berharap agar ketua KONI nanti adalah orang yang benar-benar faham akan kondisi dan kebutuhan atlet, agar atlet benar-benar fokus dalam mengembangkan potensi dirinya.
“Sebagai atlet, kami berharap yang pimpin KONI Sultra adalah orang yang faham akan kondisi luar dan dalam atlet”, katanya
Penulis : Phoyo









