TenggaraNews.com, MUNA – Dunia pendidikan di Kabupaten Muna, Kamis, 9 September 2021 pagi, dihebohkan dengam aksi tawuran antara sesama siswa. Parahnya, saat terjadi tawuran, ternyata tak ada satupun guru berada di sekolah masuk mengajar.
Peristiwa ini terjadi di SMA Negeri 1 Marobo, Kecamatan Marobo Kabupaten Muna, Provinsi Sultra. Sesama siswa dalam satu sekolah melakukan aksi brutal, saling serang, dan adu jotos.
Aksi brutal itu kemudian sampai terbawa di luar sekolah. Mereka adu jotos dan saling kejar, hingga akhirnya warga di sekitar lingkungan sekolah prihatin.

Bahkan sempat ada yang ikut terpancing melihat tindakan anarkis yang dilakukan oleh para iswa SMAN 1 Marobo itu.
Dengan keadaan yang semakin tidak terkendali, beberapa warga sekitar pun akhirnya memberanikan diri untuk masuk dalam lingkungan sekolah.
Tujuannya untuk menemui kepala sekolah ataupun guru, demi meredahkan aksi brutal para siswa. Namun cek per cek, ternyata diketahui tidak ada satupun guru yang masuk. Termasuk kepala sekolah tidak hadir.
Akhirnya dengan rasa kesal, muncul aksi spontanitas. Para warga sekitar pun akhirnya ikut menyegel pintu ruang guru dan ruang kepala sekolah, akibat tidak adanya satupun guru yang masuk mengajar.
Salah satu warga yang minta namanya tidak ditulis mengatakan, aksi brutal para siswa di sekolah, sampai terjadi kejar-kejaran di luar lingkungan sekolah, karena tidak adanya pengawasan dan gurunya pun malas mengajar.
“ini sangat memalukan sekali. Harusnya sekolah itu adalah sebagai tempat menimbah ilmu bagi siswa, bukan berubah menjadi tempat baku pukul. Kok gurunya sampai tidak ada yang masuk mengajar, kemana saja mereka,” kesalnya.
Dengan kejadian itu, Ia juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) agar mengganti Kepala Sekolah SMAN 1 Marobo.
“Karena SMA itu menjadi tanggung jawab pihak Provinsi, kami hanya berharap agar kepala sekolahnya dapat diganti. tak adanya guru yang masuk mengajar juga bisa saja tergantung kepala sekolahnya. Peristiwa ini amat memalukan semoga tidak terjadi lagi dimasa mendatang,” harapnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pres releas dari pihak sekolah SMAN 1 Marobo akibat aksi anarkis para siswa dan tidak adanya di tempat para guru dan kepala sekolah saat kejadian.
Laporan : Hasan Barakati









