TenggaraNews.com, MUNA – Senyum kebahagian nampak terpancar pada raut wajah Burhan, pemilik perahu yang diberi nama Marquez 93, setelah panitia lomba perahu motor jenis bodi batang yang digelar di Desa Tapi-tapi, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Dermaga Tapi-tapi, menyubutkan nama pria berusia 30 tahun tersebut berhasil mempertahankan piala bergilir, Senin 17 Juni 2019.
Tercatat sebanyak 40 peserta mengikuti lomba perahu katinting (bodi batang) yang hadir dari pulau-pulau, bahkan dari beberapa kabupaten di Sultra yang diselenggarakan atas dana swadaya masyarakat bernama Hasrudin M, salah satu pengusaha di Tapi-tapi.
Perahu-perahu yang berpartisipasi dalam perlombaan tersebut juga diberi nama seperti merques 93, Speedy, 3 putra, scorpion, celebes dan banyak nama-nama unik lainnya.
Warga di sekitar Desa Tapi-tapi terlihat antusias mengikuti lomba katinting, nampak dermaga dipadati penonton yang ingin menyaksikan lomba perahu khas masyarakat yang mendiami wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, yang dihuni oleh mayoritas etnis Bajo.
Sandi, seorang mahasiswa di Desa Tapi-tapi terlihat gembira bisa menyaksikan lomba bodi batang.
“Di sini tiap tahun diadakan lomba. Kadang ada yang mesinnya sudah dimodifikasi sehingga larinya kencang,” katanya.
Sandi mengakui, lomba bodi batang adalah salah satu upaya warga untuk terus melestarikan tradisi dan budaya warga pesisir, agar tetap bertahan dan semakin berkembang.
Lomba balap perahu perahu motor bertajuk “Carlos Cup” itu adalah tradisi tahunan. Kali ini digelar selama dua hari yakni Minggu sampai dengan Senin (16 -17 Juni). Spot yang dipilih di sekitar perairan pulau. Letaknya di sebelah timur Desa Tapi-tapi.
“Semua masyarakat yang menyaksikan langsung dibuat happy. Semua dimanjakan dengan sajian lomba perahu khas warga nelayan. Hadiah yang diperebutkan cukup besar seperti mesin 1115 untuk juara , sedangkan juara II yakni generator 1500 Watt dan handphone untuk juara III. Namun, bukan sekadar hadiah, tetapi tradisi yang mengandung nilai-nilai budaya masyarakat nelayan yang cukup menghibur warga yang menyaksikannya, ditambah lagi kegiatan ini disaksikan langsung oleh seorang pimpinan daerah, Bupati Muna Barat (Mubar) itu semakin membuat kami senang dan bangga,” pungkasnya.
Salah satu protokoler Bupati Mubar, Anjar Zakarudin yang juga turut menyaksikan lomba tersebut mengungkapkan, tradisi ini sangat menarik perhatian.
Menurut dia, jika tradisi seunik ini direncanakan dengan baik dan dipromosikan oleh pemerintah daerah setempat, maka dirinya yakin lomba balap perahu nelayan akan menjadi ikon baru di Kabupaten Muna. Keseruan ini sangat bagus untuk dijadikan atraksi menyambut wisatawan.
“Bayangkan ada atraksi budaya dipadukan dengan wisata bahari, pasti sangat menarik. Dan semuanya bisa disaksikan di Kabupaten Muna,” pungkasnya.
Laporan: Jhony Bajo
Editor: Ikas









