TenggaraNews.com, MUNA – Kesal tak kunjung diperbaiki, jembatan penghubung antara Kabupaten Muna dan Muna Barat yang berada di Desa Kabangka, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditanami pohon pisang.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk kritikan masyarakat terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Muna, mengingat sudah puluhan tahun jembatan tersebut tak kunjung diperbaiki, bahkan terkesan diabaikan oleh pemerintah setempat.
“Kami tanamkan pisang karena jembatannya sudah rusak, sudah banyak mi yang kecelakaan gara-gara jembatan itu,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu 30 Mei 2020.
Sementara itu, Pjs. Kepala Desa Kabangka, La Mbuna mengatakan, bahwa jembatan penghubung antara dua kabupaten itu kurang lebih lima tahun tidak diperbaiki.
“Kurang lebih Lima tahun belum diperbaiki” katanya, melalui sambungan telepon selulernya.
Baru-baru ini, lanjutnya, Bupati Muna melakukan kunjungan kerja di desa tersebut, yang dirangkaikan dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Di hadapan warga, mantan anggota DPD RI itu mengungkapkan, jembatan tersebut seharusnya sudah dikerjakan pada tahun ini, namun akibat wabah Covid-19 maka semua pekerjaan fisik dialihkan.
“Belum lama ini bupati datang di desa kami, beliau katakan akan dikerjakan pada tahun ini namun karena Covid-19 maka terbengkalai” tambahnya.
Saat ditanya tentang pengalokasian menggunakan Dana Desa (DD), Ia mengatakan, bahwa jembatan tersebut bukan kewenangan desa, mengingat jalan itu adalah jalan kabupaten.
“Tidak bisa menggunakan dana desa, karena itu jalan kabupaten” jelasnya.
Olehnya itu, masyarakat berharap agar kiranya pemerintah daerah segera membangun jembatan tersebut, mengingat sudah banyak menelan korban jiwa. Apalagi jembatan itu adalah satu-satunya penghubung Kabupaten Muna dan Muna Barat.
Laporan: Phoyo









