TenggaraNews.com, KENDARI – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sultra menyantuni penderita polio, Mansyur yang berdomisili di Kelurahan Laosu, Kecamatan Bondoal, Kabupaten Konawe, Sabtu 21 April 2018.
Dalam agenda tersebut, IPEMI bersinergi dengan IZI Sultra. Untuk sampai di kediaman Mansyur, rombongan harus melintasi Sungai Pohara menggunakan rakit.
Werae (60), ibunda Mansyur tak bisa menahan rasa harunya atas kunjungan dari sejumlah wanita pengusaha tersebut. Wanita paruh baya ini menitihkan air mata saat menyalami tamu tak terduga tersebut, yang menyambangi kediamannya di siang bolong
Ketua PW IPEMI sultra, Rujuwati Harun mengungkapkan, sebagai sesama manusia maka hendaknya untuk memelihara silaturahim dan kepedulian terhadap sesama. Terlebih lagi, terhadap masyarakat yang kurang mampu.
“Apa yang kami berikan tak seberapa, tapi inilah bentuk kepedulian ibu-ibu pengurus IPEMI, untuk menyisihkan sebagian yang dimiliki guna membantu sesama. Sekalian juga kami bersilaturahim dengan keluarga Mansyur,” ujar wanita berhijab ini.
Rujuwati juga berharap, bantuan yang diberikan semoga bisa bermanfaat untuk Mansyur beserta keluarganya. Adapun jenis bantuan yang diberikan berupa bahan pokok, kasur, dan perlengkapan shalat.
Usai menyerahkan santunan, owner klinik kesehatan Aura Beauty ini bersama rombongan melihat langsung tempat tidur Mansyur, yang kondisinya kurang memadai untuk ditiduri.
Selain Rujuwati juga mengaku prihatin melihat kondisi rumah keluarga Mansyur yang reyot dan atapnya lubang-lubang, sehingga para penghuninya kerepotan saat musim hujan tiba.
Werae menjelaskan, bahwa anaknya menderita polio sejak lahir, sehingga dalam kurun waktu 40 tahun lebih, Mansyur hanya terbaring di atas bale-bale (tempat tidur). Dalam kondisi tersebut, anak pertama dari lima bersaudara ini rindu dengam dunia luar.
“Sejak lahir hingga saat ini, dia (Mansyur) tak pernah keluar rumah, anak saya ini hanya tidur di tempat tidurnya itu, kata wanita berusia 60 tahun ini, seraya menunjukan tempat tidur yang terbuat dari kayu.
Parahnya lagi, warga Laosu ini belum pernah tersentuh bantuan oleh pihak-pihak manapun. Hingga diusia 43 tahun, Mansyur baru mendapatkan bantuan dari IZI berupa kursi roda, dan santuna dari IPEMI Sultra.
Untuk itu, keluarga Mansyur terharu dan merasa bersukur, karena setelah puluhan tahun, akhirnya ada pihak yang tersentuh untuk berbagi dan membantu.
“Saya ucapkan terima kasih kepada IZI dan IPEMI yang sudah memberikan kami bantuan, semoga Allah SWT membalasnya dengan limpahan kesehatan dan rezeki,” harapnya.
Laporan: Ikas Cunge










