TenggaraNews.com, BAUBAU – Melalui upacara adat Kesultanan Buton, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Teguh Setyabudi menerima gelar Lakina Bhawangina yang artinya seorang pemimpin bijaksana. Pemberian gelar adat tersebut dilakukan oleh Ketua Adat Keraton Buton, Laode Jabaru, Rabu 25 April 2018
Dia mengaku, bahwa suatu kemorhatan bagi dirinya mendapatkan gelar Lakina Bhawangina dengan status nama La Ode Teguh seyabudi. Baginya,hal tersebut bukan hanya semata-mata pemberian gelar dan nama saja, tetapi sebagai lambang ikatan persaudaraan, kekeluargaan dan amanah dari seluruh masyarakat Buton.
“Atas pemberian ini saya mohon doa, dukungan dan supportnya. Tentu saja saya tidak dapat berdiri sendiri, tetapi Insya Allah dengan doa, kepercayaan dan dukungan mari kita berjuang bersama-sama untuk terus melestarikan Kesultanan Buton,” ujar Teguh Setyabudi kepada awak media, usai menjalani prosesi adat penyerahan gelar itu.
Sultan Buton Ke-40, La Ode Izat Manarfa mengatakan, gelar Lakina Bhawangina adalah bentuk persaudaraan sekaligus menjadi sesepuh di dalam Kesultanan Buton.
“Gelar ini merupakan bentuk persaudaraan,” singkatnya.
Pj. Walikota Baubau, Hado Hasina mengungkapkan, beberapa nilai yang diwariskan oleh para leluhur Kesultanan Buton, merupakan nilai-nilai yang tidak lekang oleh perkembangan zaman dan masih relevan untuk diterapkan dalam sistem pemerintahan saat ini.
“Para lelulur telah mewariskan filosofi bahwa pemimpin dan rakyatnya tidak boleh terpisah, dan seorang pemimpin harus selalu memikirkan kepentingan rakyatnya. Namun, rakyat harus tahu menghargai pemimpinnya, mengerti bagaimana menjaga wibawa pemimpinnya (poromu yinda asaangu, poga yinda akoolota),” ungkap Kadis Perhubungan Provinsi Sultra ini.
Laporan: Muhamad Isran









