Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home OPINI

Waspada!!! Rumah Sakit Terakreditasi Paripurna “Doyan” Uang Jaminan?

Oleh : Mirkas

Redaksi by Redaksi
October 23, 2019
in OPINI
0
Smiley face

Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bahteramas selalu dibangga-banggakan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra). Mulai dari kemegahan gedung hingga predikat akreditasi paripurna, kerap digaungkan pihak management rumah sakit hingga Pemprov.

Predikat Paripurna merupakan hasil tertinggi dari sistem penilaian akreditasi nasional yang berstandart internasional dari ISQUA yang tim penilai atau surveyornya dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Kriteria Kelulusan Rumah Sakit setelah dilakukan penilaian nantinya Rumah Sakit tersebut akan mendapatkan predikat kelulusan terdiri dari: Paripurna (bintang 5), Utama (bintang 4), Madya (bintang 3), Dasar (bintang 2), dan Perdana (bintang 1).

Sayangnya, kebanggaan tersebut tak disertai dengan pelayanan prima. Rumah sakit plat merah ini kerap jadi sorotan publik, akibat buruknya pelayanan medis hingga penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengenyampingkan aspek keselamatan dan kemanusian.

Bagaimana tidak, management rumah sakit tersebut menerapkan SOP pembayaran jaminan terlebih dahulu yang wajib dilakukan pasien. Tak main-main, penerapan SOP itu tak mengenal kondisi pasien sedang gawat atau pun tidak.

Seperti yang dialami salah satu anggota TNI, Sertu Subakri yang menjadi korban aksi demonstrasi di Mapolda Sultra, Selasa 22 Oktober 2019. Aparat TNI tersebut terpaksa dilarikan ke RSUP Bahteramas Sultra pasca pingsan di lokasi demonstrasi.

You Might Also Like

Dam Haji di Tanah Air: Antara Fatwa, Pendapat Mazhab dan Rasionalitas Maqasid

Hardiknas 2 Mei 2025, Optimalisasi Anggaran Pendidikan dan Penguatan SDM

Pendidikan Widyalaya Mulai Menggeliat di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara

Bukan Sekadar Bertahan : Warga Marjinal Kota Kendari Berhak atas Layanan Publik yang Adil dan Inklusif

Berdasarkan pemberitaan disejumlah media online, bahwa pihak RSUP Bahteramas menolak memberikan obat kepada pasien, jika tak memberikan Rp500 ribu sebagai uang jaminan.

Dikutip dari inikata.sultra.com, Sertu Subakri mendapatkan perlakuan tak menyenangkan saat tiba di RSUP Bahteramas. Ia dimintai sejumlah uang oleh pihak rumah sakit plat merah itu, padahal sedang dalam kondisi darurat.

Danramil Poasia, Kapten Inf. Leonardin yang mendampingi korban membenarkan permintaan uang jaminan tersebut. Apabila tidak dibayarkan, maka korban tidak akan diberi obat. Tetapi, karena tidak membawa uang tunai sebanyak yang diminta, Leonardin kemudian melapor kepada Komandan Kodim, Kolonel Inf. Alamsyah untuk meminta petunjuk.

Sehingga, Danramil Poasia ini mengungkapkan kekecewaannya atas sikap pihak rumah sakit, yang seharusnya mengedepankan aspek keselamatan pasien. Apalagi, pasien mengalami hal tersebut saat menjalankan tugas negara.

Sikap pihak rumah sakit menunjukan betapa lebih pentingnya SOP ketimbang keselamatan seseorang. Sehingga, menimbulkan stigma buruk di publik, bahwa jangan berharap akan diobati, jika tak ada uang jaminan.

Padahal, semua pasien berhak mendapatkan perlindungan hukum hak atas pelayanan kesehatan, hal itu sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Smiley face

Pasal 4 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan, bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. Hal tersebut juga dipertegas pada Permenkes nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien, pada Pasal 6 sampai dengan Pasal 27, yang menegaskan kewajiban rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai standar pelayanan rumah sakit.

Kemudian, rumah sakit juga berkewajiban mewujudkan pelayanan kesehatan yang antidiskriminasi dengan tidak membedakan pelayanan kepada pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan, baik menurut ras, agama, suku, gender, kemampuan ekonomi, orang dengan kebutuhan khusus (difable), latar belakang sosial politik dan antar golongan.

Meminjam kalimat Pejabat Ketua Umum PW GPII Sultra, Ikram Pelesa bahwa kesehatan adalah salah satu unsur kesejahteraan umum, yang harus diwujudkan melalui berbagai upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu, yang didukung oleh suatu sistem kesehatan nasional.

Pasca jadi disoroti, dan publik mendesak Gubernur Sultra, Ali Mazi agar segera mencopot Plt. Direktur RSUP Bahteramas atas insiden dugaan penelantaran pasien, managemen rumah sakit buru-buru melakukan klarifikasi.

Lagi-lagi, kata mis-komunikasi dipilih untuk berkelit, atas sikap yang tidak manusiawi tersebut.

Dilansir dari laman detiksultra.com, Humas RSUP Bahteramas, Masyita dengan tegas membantah penolakan pasien. Kendati demikian, wanita berhijab itu mengakui adanya permintaan uang jaminan.

Nah, terkait permintaan uang jaminan oleh petugas RSUD Bahteramas kepada pasien. Tak ayal, jaringan pun dijadikan alasan sehingga uang jaminan tersebut diminta.

Menurut Masyita, ada sedikit miskomunikasi antara pihak Kodim 1417/Kendari dan petugas RSUD Bahteramas. Hanya saja, Masyita tidak menjelaskan secara detail, bentuk miskomunikasi yang dimaksud.

Sebagaimana yang dijelaskan di atas, sorotan tersebut bukanlah yang pertama kalinya. Namun, sepertinya management rumah sakit itu doyan akan kritikan dan malas untuk merubah kebiasaan lama, yang jelas-jelas tak memberikan kenyamanan terhadap pasien.

Entah apa yang sudah merasuki mereka, sehingga sorotan demi sorotan tak mampu merubah citra buruk rumah sakit tersebut. Barang kali, tak ada salahnya jika kita mendoakan agar mereka bisa segera kembali ke jalan yang benar. (**)

 

Penulis merupakan wartawan media online TenggaraNews.com

Post Views: 180
Previous Post

Operasi Zebra Dimulai, Polres Kolaka Laksanakan Apel Gelar Pasukan

Next Post

Intimidasi dan Teror Oknum Aparat Menimpa Sembilan Wartawan di Kota Kendari

Redaksi

Redaksi

Related News

Dam Haji di Tanah Air: Antara Fatwa, Pendapat Mazhab dan Rasionalitas Maqasid

Dam Haji di Tanah Air: Antara Fatwa, Pendapat Mazhab dan Rasionalitas Maqasid

by Redaksi
May 17, 2025
0

Kebijakan Kementerian Agama RI yang membuka kemungkinan penyembelihan Dam jamaah haji musim 1446 H/2025 M dilakukan di tanah air menimbulkan...

Hardiknas 2 Mei 2025, Optimalisasi Anggaran Pendidikan dan Penguatan SDM

Hardiknas 2 Mei 2025, Optimalisasi Anggaran Pendidikan dan Penguatan SDM

by Redaksi
May 2, 2025
0

Di Hari Pendidikan Nasional 2025 ini, mari kita berhenti sejenak dari euforia perayaan, dan bertanya lebih dalam. Apakah kita benar-benar...

Pendidikan Widyalaya Mulai Menggeliat di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara

Pendidikan Widyalaya Mulai Menggeliat di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara

by Redaksi
May 2, 2025
0

Keberadaan umat Hindu di Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak pertama kali dimulai Tahun 1968 melalui program transimigrasi pertama di Desa Jati...

Bukan Sekadar Bertahan : Warga Marjinal Kota Kendari Berhak atas Layanan Publik yang Adil dan Inklusif

Bukan Sekadar Bertahan : Warga Marjinal Kota Kendari Berhak atas Layanan Publik yang Adil dan Inklusif

by Redaksi
April 25, 2025
0

Di tengah gencarnya pembangunan kota dan geliat ekonomi yang makin hidup, masih ada ribuan warga Kendari yang merasa tak terlayani....

Next Post
Intimidasi dan Teror Oknum Aparat Menimpa Sembilan Wartawan di Kota Kendari

Intimidasi dan Teror Oknum Aparat Menimpa Sembilan Wartawan di Kota Kendari

Kecam Aksi Intimidasi dan Teror, Jurnalis Muna Raya Sambangi Mapolres

Kecam Aksi Intimidasi dan Teror, Jurnalis Muna Raya Sambangi Mapolres

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • Pendiri Yayasan IAI Rawa Aopa Ungkap Fakta Penipuan Mantan Istri: Dugaan Gelapkan Uang hingga Poliandri
  • Polsek Kaledupa Dinilai Tidak Profesional Tangani Laporan Masyarakat
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara