TenggaraNews.com,MUNA-Program pembinaan kemandirian yang diterapkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raha kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terbilang sukses.
Salah satu program pembinaan kemandirian yang diterapkan yakni berternak ayam petelur telah berhasil dilaksanakan dengan baik oleh WBP.
Terbukti, sejak awal mula pelaksanaannya yang dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2021 hingga saat ini, ayam petelur tersebut sudah menghasilkan kurang lebih 2 rak telur atau sekitar 80 butir.
Pada umumnya, butuh waktu 18 minggu agar ayam petelur bisa menghasilkan telur, namun berkat perawatan yang baik yang dilakukan oleh WBP sehingga belum sampai masanya, ayam petelur di Rutan Kelas IIB Raha sudah mulai bertelur.
Kepala Rutan Kelas IIB Raha, Saibuddin mengatakan, kegiatan peternakan ayam petelur ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang dilakukan Rutan Kelas IIB Raha kepada WBP.
Di dalam pelaksanaannya, ada beberapa pihak yang digandeng untuk bekerja sama diantaranya, Dinas Peternakan dan pengusaha peternak ayam petelur yang ada di Kabupaten Muna.
Untuk penyebaran ilmu pengetahuan tentang keterampilan beternak ayam yang lebih luas, rencana kedepannya akan dilakukan sekolah lapang atau pelatihan mengenai cara berternak ayam oleh Badan Penyuluhan Peternakan Ayam Kabupaten Muna kepada seluruh WBP Rutan Kelas IIB Raha.
Nantinya, hasil dari ternak ayam petelur itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan semua WBP yang ada di Rutan Kelas IIB Raha. Bahkan jika produksi surplus, hasil ternak ini juga bisa dipasarkan untuk masyarakat luas.
“Melihat hasil dari ternak ayam petelur ini, tentunya saya selaku Ka rutan merasa puas dan bahagia. Dimana, ini menunjukkan bahwa para WBP yang tadinya tidak tahu berternak ayam, kini mereka sudah paham dan trampil berkat pembinaan yang dilakukan oleh Rutan”, ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjannya, Rabu 22 September 2021
Ia berharap dengan adanya kegiatan itu, para WBP Rutan Kelas IIB Raha bisa memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat dan kelak setelah mereka bebas. Bekal keterampilan itu bisa dikembangkan, dimana mereka berada dan hasilnya diharapkan, dapat membantu meningkatan ekonomi keluarganya
“Kegiatan ini bisa menjadi rutinitas bagi mereka ketika bebas sehingga mereka benar-benar kembali menjadi warga yang baik dan tidak lagi melakukan tindak pidana seperti yang mereka pernah lakukan sebelumnya,” harapnya.
Sementara itu, Fitriani yang merupakan Dokter Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Muna mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Rutan Kelas IIB Raha. Menurutnya, Rutan Kelas IIB Raha sangat inovatif dengan mengadakan ternak ayam petelur ini.
“Kami dari Dinas Peternakan merasa senang dengan adanya pemeliharaan ayam petelur ini, karena ini salah satu sarana atau media yang bisa digunakan WBP untuk meningkatkan keterampilan dirinya. Dengan adanya kegiatan ini, mereka punya keterampilan. Jadi ketika mereka keluar sudah bisa melakukan pemeliharaan terhadap ternak,” katanya.
Ia juga menyebutkan mengenai desain pembuatan kandang sudah sangat minimalis dan sederhana. Artinya kandang dengan desain seperti itu bisa juga dibuat oleh masyarakat umum karena tidak membutuhkan modal besar.
Lebih lanjut, Fitriani berpesan agar situasi dan kondisi di sekitar kandang harus selalu dijaga. Baik itu kebersihan, suhu, bahkan situasi hati atau perasaan WBP yang merawat ternak. Karena menurut dia, itu semua menjadi faktor penting di dalam perawatan dan pemeliharaan ternak.
“Kami selalu siap membantu Rutan kapan saja dibutuhkan untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan ayam-ayam petelur ini. Bahkan kami menyediakan obat-obat yang dibutuhkan jika ada ternak yang sakit,” tandasnya.
Laporan : Phoyo









