TenggaraNews.com, KENDARI – Calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Sultra, Supriadi mengungkapkan keyakinannya untuk merebut satu kursi di senayan. Meski dirinya merupakan figur baru, namun Caleg asal Partai Berkarya ini memiliki kualitas dan kapasitas mumpuni untuk memperjuangkan kepentingan atau aspirasi rakyat bumi anoa.
Keyakinan Supriadi ini tentu bukan tanpa pertimbangan yang mendasar. Tim pemenangan yang dibentuk memang benar-benar terstruktur dan termanejemen, sehingga kinerja tim terlaksana secara terukur.
Selain itu, kinerja DPD Partai Berkarya di daerah yang proaktif dan ruang lingkup kinerja partai lebih fokus pada masyarakat menengah ke bawah.
“Kalau target suara di DPR RI, Insha Allah tinggal kuasa tuhan, ya satu kursi. Karena pengusaha saja kalau tidak punya manejemen dia tidak akan sukses, begitu pula Caleg meski mengeluarkan uang sebanyak mungkin, kalau dia tidak memiliki manajemen percuma,” ujarnya, Senin 28 Januari 2019.
Lebih lanjut, Calon DPR RI Dapil Sultra nomor urut satu ini mengungkapkan, bahwa dari 17 kabupaten/kota di Sultra, basis suara yang kemungkinan besar memenangkan dirinya dalam kontestasi Pileg 2019 menandatang, yakni Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara dan Bombana.
“Di daerah itu saya prioritaskan, karena di wilayah daratan Sultra ini adalah daerah rawan yang memiliki potensi tambang,” kata dia.
Diakuinya, elama sosialisasi di daerah tambang tersebut, masyarakat selalu mengeluhkan atas Ketidakjelasan kehadiran tambang di daerah mereka, bahkan cenderung merugikan warga. Sebab, sesuai fakta hukum mereka sudah melakukan kontrak kerjasama dengan pihak perusahan tertentu, dengan iming-iming yang sangat menjanjikan.
Akan tetapi, ketika itu sudah berjalan, ujung-ujungnya mereka melarat, karena sudah tidak sesuai perjanjian kontrak.
“Masyarakat selalu menyampaikan ke saya, bahwa mereka butuh konsultasi, dalam hal ini langkah apa yang akan mereka akukan, dan bagaimana caranya lahan warga dimiliki kembali. Olehnya itu, ini menjadi salah satu prioritas saya,” jelasnya.
Menurut dia, mengamankan satu kursi di senayan bukan perkara mudah, apalagi menghadapi para petahana yang sudah memiliki basis suara. Namun, strategi menumbangkan petahana itu sudah di persiapkan.
“Strategi itu sesuai regulasi yang diatur dalam PKPU nomor 7, yakni menyiapkan strategi kampanye secara langsung dan kampanye di media online di bulan tiga nanti. Namun, yang paling penting bagi saya yaitu bersilaturahmi kepada masyarakat, melalui sistem door to door,” pungkasnya.
(Rus)









