TenggaraNews.com, KENDARI – Kepala Cabang (Kacab) BNI Syariah Kendari, Andi Muh. Hatta Tajang mengungkapkan, petumbuhan perbankan syariah di Indonesia masih kurang baik, yakni berada di kisaran 5,9 persen. Hal ini dikarenakan masih kurangnya sosialisasi ke masyarakat.
Olehnya itu, kata Hatta, sapaan akrab Kacab BNI Syariah Kendari, dibutuhkan sinergitas dari semua stakeholder untuk pertumbuhan perbankan syariah ke arah yang positif.
Guna mewujudkan hal tersebut, Hatta meminta semua pengurus Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) Kendari bersinergi untuk menyebarkan kebaikan (hasanah).
“Caranya, bersama-sama menyebarkan berita syariah, perkuat sinergi stakeholder bank syariah,” ujar Ketua Asbisindo Sultra ini, Rabu 30 Januari 2019.
Pada dasarnya, kata dia, JES terbentuk membawa tugas mulia, yakni membantu pemerintah, industri syariah dan praktis syariah serta siapa saja yang berkaitan dengan ekonomi syariah.
“Saya ini sudah hijrah. Sebelumnya kan saya dari perbankan konvensional, dan Semarang sudah di perbankan syariah. Semoga masyarakat bisa ikutan hijrah,” harapnya.
Menurut Hatta, perbankan syariah bisa tumbuh lebih baik lagi, jika pemerintah bisa berpihak pada pasar ekonomi syariah. Contohnya, mengarahkan satu lembaga pemerintahan untuk memindahkan pengelola keungannya melalui perbankan syariah.
“Jika ini diperlukan pemerintah, maka angka pertumbuhan perbankan syariah bisa lebih baik dari saat ini,” pungkasnya.
(Rus)









