TNC, KENDARI – Bakal calon (Balon) Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Rahman Farisi (ARF) menanggapi pernyataan Ketua DPD I Golkar Sultra, Ridwan Bae yang menyebut bahwa partai berlambang pohon beringin itu, tak akan memilih ARF sebagai figur yang akan diusung dalam Pilgub 2018 mendatang.
Menurut ARF, pendapat Ridwan Bae sebagai Ketua DPD Tidak mewakili DPP. Sebab, dirinya telah berkomunikasi seacara intens dengan sejumlah elit DPP Golkar, bahwa ada mekanisme survei sebagai salah satu indikator yang menjadi pertimbangan Partai Golkar, dalam memutuskan Calon Gubernur (Cagub) yang akan diusung.
“Pernyataan saya sebelumnya, sebenarya lebih tentang peluang pencalonan di Partai Golkar, dengan belum ditetapkanya Pak Ridwan sebagai Calon Gubernur dari partai ini. Padahal, pada empat provinsi lain sudah ada Cagub yang ditetapkan,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi Unhas itu.
![]()
Pengalaman Pilkada 2015 lalu, kata dia, pada Pilgub Sulawesi Barat (Sulbar), yang diusung sebagai Cagub bukanlah kader partai. Ini menunjukan, bahwa di Partai Golkar memberi kesempatan kepada non kader, untuk masuk berkompetisi.
“Ini menunjukan, bahwa Partai Golkar adalah partai yang tumbuh dan berkembang bersama rakyat. Sebagaimana tagline yang diusung Parpol ini, yakni Suara Rakyat Suara Golkar,” beber ARF.
Laporan: Arsenio Abqari
Editor: Ichas Cunge









