TenggaraNews.com, MUNA – Satuan Kepolisian Resort (Polres) Muna melaksanakan halal bihalal 1440 H yang dirangkaikan dengan pelaksanaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke -73 tahun 2019, di Desa Bahutara, Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu 15 Juni 2019.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muna, unsur Muspida, Camat Kontukowuna, Kepala Desa se-Kecamatan Kontukowuna, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda Kecamatan Kontukowuna.
Dalam sambutannya. Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga menyampaikan, bahwa halal bihalal merupakan salah satu bentuk silaturahim guna mempererat hubungan antara sesama manusia, serta mensucikaan hati setelah lebaran. Olehnya itu, Ia berharap kepada seluruh masyarakat Kecamatan Kontukowuna untuk menjaga persatuan dan persaudaraan, dan segera menyudahi konflik yang terjadi antara tiga desa di kecamatan tersebut yakni Bahutara, Kilambibito dan Lembo sebagaimana yang telah terjadi beberapa waktu lalu.
Menurut Kapolres, diperlukan peran serta dari pihak pemerintahan daerah dan desa serta stakeholder, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Tentu halal bihalal penting kita lakukan di Kecamatan Kontukowuna dengan menggandeng semua pihak terkait, agar terjalin silaturahim antara pihak kepolisian, pemerintahan setempat serta seluruh masyarakat. Kita juga akan mencari akar permasalahan yang terjadi antara beberapa desa, olehnya itu diperlukan kerja sama dari semua pihak agar suasana kembali teduh, aman seperti sedia kala,” ucap AKBP Agung.
Lanjutnya, masyarakat yang melakukan kerusahan di wilayah hukum Polres Muna tentunya akan di tindak tegas, sehingga dia berharap kepada pemerintah desa tokoh agama dan tokoh adat agar menjadi cool system di wilayahnya masing-masing, agar tercipta suasana yang kondusif.
“Tentu tindakan tegas kita akan lakukan jika hal ini kembali terjadi, akan tetapi kita juga butuh peran serta dari perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk membangun silaturahmi yang berkala, membuka komunikasi sehingga mengetahui akar masalah, kalau ada masalah segera di atasi tidak menunggu permasalahan itu menjadi besar,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, La Ode Bunga mewakili pemuda Kecamatan Kontukowuna berharap, jika terjadi pertikaian seperti beberapa waktu lalu seharusnya elit-elit desa cepat merespon dan turun lapangan ketika ada masalah yang terjadi, jangan didiamkan hingga masalah menjadi besar dan terjadi masalah baru.
“Yang terjadi saat ada pertikaian, elit di tingkat kcamatan maupun desa tidak pernah turun lapangan untuk meredam masalah yang terjadi. Jangan semua diserahkan kepada kepolisian tapi juga butuh pihak terkait untuk menyelesaikan semua itu. Delapan hari lalu beberapa pagar milik warga Lembo yang dirusaki harusnya reng tersebut diperbaiki, dan akar permasalahannya dicabut agar tidak ada lagi perpecahan diantara pemuda. Olehnya itu, mari kita bergandengan tangan untuk menghilangkan semua itu, tidak ada kepentingan politik, kepentingan politik dikesampingkan kita jadikan Kontukowuna menjadi kecamatan yang kondusif seperti yang telah lalu, karena kita semua adalah keluarga dan masih bersaudara,” tandasnya.
Laporan: Phoyo
Editor: Ikas









