TenggaraNews.com, MUNA BARAT – Kabupaten Muna Barat (Mubar) akan melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 81 desa. Sesuai aturan yang telah ditetapkan, bahwa calon Kades yang akan ditetapkan untuk bertarung tak boleh melebihi dari 5 orang calon.
Olehnya itu, sebanyak 116 bakal calon (Balon) Kepala Desa dari 15 desa pada 8 kecamatan mengikuti tes tertulis dan wawancara di ruang belajar SMA Negeri 1 Tikep, Kabupaten Muna Barat, untuk ditetapkan sebagai calon kepala desa, Senin 11 November 2019.
Para Balon Kades datang dari berbagai latar belakang, wiraswasta hingga mantan anggota DPRD dan profesi lainnya.
Menariknya, dari sembilan Balon Kades Lakanaha, dua diantaranya merupakan ayah dan anak. Pilkades akan lebih menarik lagi, jika dalam proses seleksi keduanya lolos dan ditetapkan sebagai calon Kades, sehingga akan terjadi duet antara ayah dan anak untuk memperebutkan jabatan kepemimpinan sebagai kepala desa.
Kedua Balon Kades tersebut yakni La Ghila (64) dan anaknya Sarfin Ghila (41). Keduanya mengaku optimis lolos seleksi dan melenggang ke tahapan selanjutnya di Pilkades Lakanaha, yang akan diseleksi oleh masyarakat desa dengan proses pemilihan secara langsung, umum dan rahasia.
Kepada TenggaraNews.com, La Ghila mengaku, bahwa dirinya sudah pernah melakukan komunikasi terhadap anaknya tersebut, agar mengurungkan niatnya maju di Pilkades.
“Saya pernah berkomunikasi dengannya, seharusnya dia bersabar dulu dan mengurungkan niatnya untuk tampil, karena jika saya terpilih dan berhasil memimpin desa dengan baik, maka hasilnya peluang besar buat dia kedepannya. Namun, Ia menjawab, nanti kita ketemu lagi untuk membahasnya, ternyata setelah saya rampung mengurus berkas, dia juga sudah mengurus berkas dan mendaftar sebagai Cakades,” terangnya, saat ditemui jurnalis TenggaraNews.com.
La Ghila mengatakan, jika resmi menjadi Cakades, dirinya tidak khawatir jika suara pendukungnya nanti akan terpecah karena anaknya juga akan menjadi saingannya di Pilkades mendatang.
“Masalah suara pendukung pasti akan tetap terbagi, dan itu bukan hal yang membuat saya khawatir dan pesimis, saya akan tetap berjuang dan optimis. Intinya, berangkat dengan niat yang tulus untuk mengabdikan diri dan membangun desa, jika saya diamanahkan menjadi Kades, saya akan tetap menjalin komunikasi dengan baik terhadap anak saya, serta akan merangkul dia untuk berpartisipasi membangun desa,” ungkapnya.
Sementara itu, Sarfin Ghila mengungkapkan, bahwa dirinya berani tampil sebagai Balon Kades bukan karena niat pribadi, namun adanya dorongan dan kemauan dari pihak pendukungnya dan keluarga.
“Inikan masih proses seleksi, jadi kita belum tahu kedepannya nanti dan tidak mungkin saya memberanikan diri untuk tampil jika tidak mendapatkan dukungan dari keluarga dan pendukung,” ucapnya penuh percaya diri.
“Hubungan silaturahmi dan komunikasi dangan sang ayah tetap terjaga dengan baik, inikan hanya persoalan demokrasi, lagian ini baru tahap seleksi sebagai Balon menuju calon, jadi kita lihat saja dulu nanti untuk komunikasi berlanjut,” tutupnya.
Laporan: Jhony Rahim









