TenggaraNews.com, MUNA – Kediaman milik La ode Rasani (49), yang berada di Desa Wawesa, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna rata tanah dilalap sijago merah. Kobaran api baru diketahui pada dini hari sekira pukul 01.20 Wita, Kamis 14 November 2019. Saat itu, korban bersama keluarga sedang tertidur lelap.
Menurut pihak keluarga saat di temui jurnalis TenggaraNews.com. Sumber api pertama kali berasal dari dapur, korban yang berprofesi sebagai tukang ojek ini dikagetkan dengan suara ledakan yang berasal dari dapur.
“Korban saat itu kaget akibat suara ledakan, setelah di kroscek di bagian dapur, api sudah menjalar di dinding rumah. Penghuni rumah sudah berusaha untuk memadamkan api, namun upayanya gagal, api cepat menyambar plafon rumah hingga menghanguskan seisi rumah semi permanen itu,” ungkap Haliadin, salah satu kerabat korban.
Bahkan, kata dia, orang tuanya yang tinggal serumah dengannya mengalami luka bakar ringan di bagian punggung, akibat mencoba memadamkan api. Saat itu, korban tidak sempat menyelamatkan harta bendanya dari kobaran api, hingga yang tersisa hanya pakain di badannya saja.
“Walau saat itu datang dua unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian, tapi kediaman korban tidak dapat diselamatkan dari kobaran api. Kerugian ditaksir sekitar ratusan juta rupiah, karena ada beberapa barang berharga termasuk uang dan dokumen penting lainnya musnah, namun yang penting semua orang dalam rumah selamat, ” katanya.
Haliadin berharap ada uluran tangan dari dermawan yang bisa diberikan kepada keluarga korban, atas kejadian yang menimpanya. Terpenting dari pemerintah daerah (Pemda) Muna serta instansi terkait, agar dapat membantu korban bersama keluarganya.
“Semoga ada uluran tangan dari para dermawan untuk bisa berbagi kasih, terutama pihak Pemda Muna agar peduli terhadap korban. Dan semoga yang membantu korban bersama keluarganya di berikan pahala yang terbaik oleh Allah,” harapnya.
Laporan: Phoyo









