TenggaraNews.com, WAKATOBI – Salah seorang oknum pendamping desa (PD) di Kabupaten Wakatobi diduga memiliki rekening gendut. Hal itu dinilai dari jumlah saldo di rekening yang sempat di uploadnya pada media sosial (facebook).
Postingan nominal rekening tersebut diunggah dengan akun atas nama Hardha. Akun tersebut milik salah seorang PD bernama Hasriadin, yang sudah bekerja selama kurang lebih dua tahun.
Dari postinganya itu, terlihat dua rekening dengan nilai masing-masing sebesar Rp1 milyar lebih dan ratusan juta rupiah yang di unggah dalam bentuk gambar layar ATM.
Namun demikan, belum diketahui pasti jenis rekening bank apa yang di unggah di media sosial dengan akun Hardha alias Hasriadin itu.
Saat dikonfirmasi, Hasriadin mengatakan, unggahan nilai rekening tersebut hanya untuk candaan, dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaanya sebagai PD.
“Postingan tersebut adalah postingan main-main yang tidak memiliki tendensi apapun, dan tidak memiliki hubungan apapun dengan posisi saya sebagai pendamping desa pemberdayaan,” kata Hasriadi, saat dikonfirmasi melalui WhatsAap, Kamis 14 November 2019.7
Menurut Hasriadin, postinganya yang menyangkut tentang nilai rekening itu, merupakan gambar yang murni diambil dari mesin pencairan online alias Geogle, dan telah dihapus setelah beberapa jam kemudian.
Menanggapai polemik tersebut, salah seorang Tenaga Ahli (TA) Pembangunan Partisipasif, Muhnsir mengungkapkan, bahwa dalam waktu dekat ini akan melakukan pemanggilan kepada Hasriadin.
“Sementara kami dan lima orang tenaga ahli lagi mengikuti TOT, dua orang di Jakarta dan tiga orang di Kendari, Insha Allah akhir minggu ini kami balik ke Wakatobi bersama tim tenaga pendamping provinsi, dan akan kami lakukan pemanggilan ke PD bersangkutan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pada kode etik dan perilaku, pendamping profesional wajib menghindarkan diri dari penyebaran fitnah, hasutan, propaganda dan tindakan yang bertendesi negatif yang merugikan program.
Laporan : Syaiful









