TenggaraNews.com, MUNA – Bendungan yang menghubungkan Desa Latampu dan Desa Labulu-bulu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna menelan korban jiwa. Korban diketahui seorang bocah bernama Dadang (8) asal Desa Wantiworo, Kecamatan Kabawo.
Bocah tersebut tewas lantaran terbawa arus, dikarenakan saluran air yang jebol, Jumat 10 Januari 2020 sekira pukul 10.00 Wita.
Kapolres Muna, AKBP. Debby Asri Nugroho mengatakan, sekitar pukul 09.45 Wita, La Uje bersama adiknya La ode Faka (8) hendak mencuci motor di bendungan. Saat di tengah perjalanan, korban menghentikan kendaraan kedua kakak beradik tersebut, dengan maksud akan ikut mandi ke bendungan.
“Dalam perjalanan menuju bendungan, korban Dadang menahan La Uje dan bertanya mau ke mana. La Uje pun menjawab kalau akan mencuci motor di bendungan, kemudian korban berkata akan ikut untuk mandi, saat itu La Uje mengajaknya naik,” katanya.

Setelah sampai disebuah deuker, lanjut Debby, kemudian La Uje meminta korban agar segera turun, namun almarhum menjawab akan ikut ke tempat saluran. Selanjutnya, La Uje mengantar korban dan adiknya untuk mandi, setelah tiba di tempat saluran sudah ada Tigun dan La Filu sementara mencuci pakaian.
“Saat itu korban langsung lompat dalam saluran, dan La ode Faka digendong oleh kakanya untuk turun dalam saluran. Usai menurunkan adiknya, La Uje langsung turun mencuci motornya. Sekitar 10 menit kemudian, La Filu menanyakan keberadaan korban kepada La ode Faka,” ujarnya.
Mantan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Bali menambahkan, bahwa beberapa saat kemudian saksi menyampaikan kepada La Uje dan Tigun, bahwa korban tidak kelihatan kemudian mereka berempat berusaha mencari di tempat sekitar saluran namun tidak ditemukan.
“Karena tidak kelihatan, merekapun meminta tolong kepada warga sekitar. Saat itu banyak warga yang datang, kemudian mereka mematikan saluran air tersebut dan ternyata di saluran tempat korban mandi ada lubang. Setelah di periksa, korban di bawah arus dan masuk dalam lubang itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolres Muna menjelaskan, saat warga menggali lubang tersebut. Alhasil, korban ditemukan dalam posisi duduk, dan warga langsung mengangkat serta melarikannya ke Puskesmas Parigi.
“Setelah tiba di Puskesmas Parigi di lakukan pemeriksaan oleh tim medis, dan ternyata korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Di tempat berbeda, Kapolsek Parigi, Iptu Adyo Sutanyono mengatakan, saat ini korban belum dimakamkan karena harus menunggu ibu kandungnya, yang masih berada di Kota Kendari.
“Iya korban belum dimakamkan karena harus menunggu ibu kandungnya. Pihak keluargapun sudah merelakan kepergian almarhum, mungkin besok dimakamkan,” katanya.
Laporan: Phoyo
Editor: Rustam Djamaluddin









