TenggaraNews com, KOLAKA – Dari
3.153 warga Kabupaten Kolaka yang menjalani rapid test, 47 diantaranya dinyatakan reaktif (positif) Covid-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kolaka, dr. Muhammad Aris mengatakan, jumlah reaktif rapid test di Bumi Mekongga bertambah.
Lebih lanjut, dr. Muh Aris merinci, dari 3.153 warga yang menjalani rapid test, 3.106 orang menunjukkan non reaktif, sementara 47 orang lainnya menunjukkan hasilnya reaktif Covid-19.
Dijelaskannya, diantara 47 orang itu, 10 orang telah menjalani pengambilan sampel pemeriksaan swab. Hasilnya, mereka semua dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan surat resmi hasil pemeriksaan swab dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sultra.
“Alhamdulillah hasilnya sudah keluar, 10 warga Kolaka yang melakukan rapid test di Kantor Dinas Kesehatan Kolaka beberapa hari lalu hasil uji swabnya dinyatakan negatif,
berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Bilogis Modekiler BBLK Makassar dengan mengunakan real-time PCR,” jelas Muh. Aris.
Sedangkan 37 wargabsementara menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, sambil mempersiapkan untuk pengambilan sampel pemeriksaan swab. Rencananya pengambilan sampel swab test tersebut akan dilakukan di Kabupaten Kolaka.
“Sesuai kesiapan bahan dari gugus tugas provinsi, dalam satu atau dua hari ini akan dilakukan pengambilan sampel swab,” jelasnya.
Olehnya itu, persiapan pemeriksaan swab juga akan dilakukan terhadap orang tanpa gejala (OTG) yang memiliki riwayat kontak dengan santri dari Magetan, Jawa Timur. Sehingga ada tambahan sebanyak 9 orang dan 1 orang penumpang KM Dorolonda juga akan melakukan pemeriksaan swab.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kolaka ini menambahkan, untuk pemeriksaan swab warga Kolaka yang reaktif, Ia belum memastikan apakah bisa dilakukan di RS Bahteramas atau dikirim ke Litbangkes Makassar. Sebab, sepengetahuan dirinya alat yang sekarang ada di RS. Bahteramas, kemampuan pemeriksaannya masih sangat terbatas.
“Semoga alat yang ada RS. Bahteramas bisa mengcover se-Sultra, termasuk Kabupaten Kolaka,” jelas Aris.
Adapun sebaran warga reaktif hasil rapid test terdiri dari Kolaka 1 orang, Baula 6 orang l, Pomalaa 4 orang, Wundulako 11 orang, Watubangga 6 orang, Wolo 4 orang, Samaturu 4 orang , Polinggona 1 orang, Latambaga 3 orang dan Iwoimendaa 7 orang.
“Sementara warga Toari dan Tanggetada yang telah menjalani rapid test tidak ada yang menunjukkan hasil reaktif,” pungkasnya.
Laporan: Deri









