TenggaraNews.com, ANDOOLO – Calon Bupati Konawe Selatan (Konsel), Surunuddin Dangga yang maju berpasangan dengan Rasyid, menepis isu soal eksploitasi lahan masyarakat ke investor.
Dalam masa jabatan Surunuddin Dangga sejak masa bakti tahun 2016 sampai 2021 mendatang,
Selama menjabat sebagai orang nomor satu di Konsel, Surunuddin mengaku tidak pernah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Hak Guna Usaha (HGU).
Justru, lanjut petahana Konsel ini, IUP maupun HGU rata-rata diterbitkan mulai 2013, dan 2014 silam, sebelum menjabat sebagai bupati.
“Ada yang saya mau luruskan, ada isu-isu yang disampaikan kandidat lain, bahwa saya jual lahan masyarakat ke Investor. Jadi saya tegaskan, selama jadi bupati saya tidak pernah mengeluarkan IUP ataupun HGU,” katanya.
Yang ada justru HGU lama. “Saya hanya menyelesaikan masalah-masalah yang ditimbulkan akibat penerbitan IUP atau HGU tersebut,” terang Surunuddin.
Selain itu, sebagai calon petahana yang kembali maju di Pilkada 2020 ini, dirinya mengakui kandidat lain terus menyerang apa yang menjadi kekurangannya selama menjadi bupati.
Kekurangan itu, kemudian didistribusikan dan digaungkan di tengah masyarakat luas, untuk menjatuhkan dirinya di mata masyarakat.
“Banyak isu-isu yang mereka framing, mulai dari pinjaman dan honor aparat. Padahal dua isu itu akan terselesaikan akhir tahun ini. Dan tentu masih banyak isu yang kandidat lain gaungkan,” jelasnya.
Untuk itu, diminta kepada masyarakat Konsel, untuk cerdas dan teliti dalam mencerna apa yang disampaikan oleh kandidat lain.
“Masyarakat harus cerdas melihat, mana yang sudah berbuat, dan mana yang baru menghayal,” tukasnya.
Laporan : Rustam









