TenggaraNews.com, BUTON UTARA – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan dan Suhuzu (AHS) saat kampanye terbatas di wilayah Kecamatan Kulisusu dan Kulisusu Utara, menegaskan bahwa program visi dan misi yang ditawarkan kepada masyarakat Butur, fokus pada tiga hal utama. Yakni memberi rasa aman bagi seluruh masyarakat, berbudaya dan religius.
“Rasa aman tetap menjadi rujukan utama dalam membangun daerah. Sebab bagaimana mungkin bisa membangun, kalau rakyat saya merasa tidak aman. Oleh karena itu, rasa aman bagi semua orang di Buton Utara menjadi hal penting untuk kita bangun secara bersama-sama,” kata Abu Hasan melalui Hajrul Khairulla, Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buton Utara, Rabu 14 Oktober 2020.
Setelah rasa aman terpenuhi dengan baik, AHS akan tetap mengedepankan agar masyarakat Buton Utara hidup berbudaya, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kehidupan sosial keagamaan. Baik secara kelembagaan, perangkat budata adat, perangkat masjid, baik imam dan sara.
“Ini semua akan lebih ditingkatkan dengan memberikan insentif, sehingga harmonisasi kehidupan masyarakat dapat terwujud yang aman, harmonis, maju dan sejahtera,” jelas Abu Hasan.
Paslon yang akrab disapa AHS dengan nomor urut 3, memfokuskan 5 program kerja selain program lainnya. Program yang dimaksud, yaitu pertama, ekonomi kerakyatan yang berbasis pada sumber daya alam dan kearifan lokal. Khususnya sektor pertanian, perkebunan, perikanan, maupun sektor usaha mikro dan menengah, baik yang ada di Bumdes, atau lembaga-lembaga keuangan yang bergerak pada sektor koperasi dan lain-lain.
Kedua, AHS akan membangun infrastruktur umum, seperti jalan, termasuk jalan tani, jembatan, sekolah, rumah ibadah, balai pelatihan kerja dan lain sebagainya.
Ketiga, Abu Hasan dan Suhuzu juga akan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Keempat, Dibidang pendidikan dan kesehatan. Untuk pendidikan, peningkatan mutu pendidikan dengan program pemberian bea siswa pendidikan bagi anak-anak yang berprestasi maupun yang kurang mampu ke jenjang pendidikan S1,S2 maupun S3. Anggaran bea siswa yang disiapkan Rp 1 Milyar pertahun.
Sedangkan dibidang kesehatan melalui program BPPJS, sehingga ke depan masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk berobat bila sakit, karena pemerintah setiap tahun mengalokasikan dana skitar Rp 7 Milyar sampai Rp 8 Milyar pertahun.
Kelima, kesetaraan gender dan jaringan telekomunikasi. Khususnya untuk kepentingan komunikasi, AHS fokus penguatan jaringan telekomunikasi meliputi semua kecamatan sehingga akses informasi dan kebutuhan jaringan bisa dirasakan. Demikian halnya dalam penempatan kepala dinas, camat, lurah akan memperhatikan kesetaraan dalam mendapatkan posisi tersebut, berdasarkan kapasitas SDM yang dimiliki.
Laporan : Rustam









