TenggaraNews.com, WAKATOBI – Terhitung baru 3,5 tahun memimpin, H. Arhawi sukses membangun infrastruktur Kabupaten Wakatobi sehingga bisa sejajar dengan Kabupaten lainya yang ada di wilayah Republik Indonesia.
H. Arhawi resmi dilantik sebagai bupati Wakatobi pada tanggal 28 Juni 2016, dimana pada saat itu, pembahasan anggara telah ditetapkan dan Ia, tinggal menjalankan anggaran yang sudah selesai dibahas oleh pemerintahan Ir. Hugua.
H. Arhawi baru dapat mengelola anggaran Daerah Pada Tahun 2017-2018 dan 2019. Memasuki anggaran Tahun 2020, telah diketahui, bahwa adanya bencana Non Alam Dunia Wabah Covid-19, sihingga mengakibatkan terpotongnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten /Kota Se Indonesia.
Sehingga, H. Arhawi selaku Bupati Wakatobi pada normalnya, mengelola anggaran Pembangunan Daerah baru terhitung sekitar 3,5 Tahun berjalan.
Kendati demikian, Ia mampu membangun daerah Kepulauan itu secara layak, dengan segala kemampuan yang dimilikinya bersama struktur pemerintahan lainya di daerah yang dinobatkan sebagai pusat segitiga karang dunia oleh Unesco itu.
Dimasa pemerintahanya, pembangunan infrastruktur jalan di ibu Kota menjadi mulus dengan aspal Hotmix, banyak ruang publik yang dibangun, dan penataan tata kota penuh dengan taman-taman seni yang menandakan kemajuan Ibukota.
Pematangan lahan ruang Publik Marina, pengembangan Jembatan Marina, penerangan lampu jalan Ibu Kota, pembagunan Pasar Rakyat, pengembangan usaha Mikro, pembangunan Infrastruktur Kesehatan dan bantuan-bantuan lainya untuk masyarakat petani, nelayan, wiraswasta dan banyak lagi yang H. Arhawi lakukan untuk rakyatnya dengan waktu yang sangat singkat itu.
Belum lagi, Ribuan rumah tidak layak huni yang diperbaiki melalui program kementrian yang diusulkanya melalui Dinas Perumahan, dan program pusat lainya.
“Pada prinsipnya pemerintah itu mesti tahu apa yang yang harus dilakukan dan apa yang menjadi penunjang kebutuhan masyarakatnya, sehingga dengan amanah yang diberikan oleh rakyat itu busa dilakukan dengan baik,” ujar H. Arhawi, Senin, 19 Oktober 2020.
Program Pendidikan bersinar juga sangat membantu para mahasiswa yang kurang mampu, untuk menyelesaikan studinya yang terhitung Ribuan pelajar hingga saat ini.
Prioritas pembangunan Ibu Kota itu ia lakukan, kendatinya, pulau Wangi-wangi merupakan pintu masuk bagi Wisatawan dan tamu daerah dan juga sebagai wajah Kabupaten Wakatobi masa kini dan yang akan datang.
Ia juga menyadari, Bahwa Daerah Kabupaten Wakatobi dengan Letak Geografis 97 persen adalah wilayah laut, maka kepariwisataan dan Kelautan Perikanan sebagai penunjangnya tidak terlepas dari Konsep Pembangunan Daerah.
Tak hanya Pulau Wangi-wangi sebagai ibukota dengan capaian pembangunan sekitar 85 persen, sebagai Daerah Kepuluan, Kaledupa, Tomia dan Binongko juga kini telah dibangun akses. Selain perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan jebatan Very, juga telah berjalan sebagai penghubung antar pulau yang ditargetkan berfungsi tahun 2021-2022.
Oleh sebab itulah, kebanyakan para tokoh diwakatobi yang berpikir rasional dan membangun menobatkan H. Arhawi sebagai ‘Bapak Pembangunan’ sehingga, mayoritas Masyarakat Masih menginginkan H. Arhawi untuk melanjutkan Perencanaan pembangunanya sampai dengan tahun 2026 mendatang.
Laporan : Syaiful









