PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mempersiapkan wilayah Kecamatan Moramo dan Moramo Utara sebagai Kawasan Industri baru, setelah wilayah Kecamatan Palangga Selatan.
Untuk mengetahui sudut pandang Pemkab Konsel mempersiapkan Kawasan Industri di Moramo dan Moramo Utara, berikut petikan wawancara Rustam dari Media Tenggara News.com dengan calon bupati Konsel H.Surunuddin Dangga,ST,MT yang juga saat ini posisinya sebagai bupati incumbent atau petahana.
————-
Mengapa Anda mempersiapkan Moramo dan Moramo Utara sebagai Kawasan Industri?
Sebagai pemimpin tentu harus mampu melihat lebih jauh ke depan, untuk kepentingan pembangunan Konawe Selatan. Bahwa di masing-masing wilayah kecamatan, mempunyai potensi sumberdaya alam yang berbeda-beda. Nah potensi ini yang harus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi demi peningkatakan kesejahteraan masyarakat Konawe Selatan.
Dimana lokasi Kawasan Industri lain?
Wilayah Kecamatan Palangga Selatan juga sebagai Kawasan Industri Konawe Selatan. Tapi karena wilayah Konawe Selatan sangat luas dan potensinya sangat besar, maka Pemkab Konawe Selatan mengembangkan potensi tersebut.
Apa pendukung infrastruktur utama untuk Kawasan Industri?
Di Palangga Selatan ada Pelabuhan Lakara sebagai pendukung transportasi. Lalu di Moramo ada Pelabuhan Lapuko yang menghadap ke laut Banda. Khusus Pelabuhan Lakara, sudah ada perusahaan yang menggunakannya. Seperti perusahaan pabrik tebu yang beroperasi di Bombana, semua peralatan pabriknya melalui Pelabuhan Lakara.
Pelabuhan Lapuko bagaimana?
Ada perusahaan pabrik semen yang menggunakannya. Jadi sangat potensial dua kawasan industri Konawe Selatan untuk berkembang lebih pesat ke depan.
Infrastruktur lain yang disiapkan?
Jalan penghubung antar kecamatan dan desa di semua wilayah dibenahi. Jalan-jalan diaspal, jalan usaha tani dibuat untuk memperlancar transportasi. Jembatan dibangun.
Lalu seperti apa Anda melihat potensi Kecamatan Kolono dan Laonti?
Bicara Kolono punya potensi pariwisata dan perkebunan yang dapat dikembangkan. Kemudian Laonti memiliki potensi perkebunan dan peternakan, hanya sulit keluar dipasarkan karena terkendala transportasi.
Apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi transportasi menuju Kecamatan Laonti?
Sudah dibangun jalan penghubung sekitar 50 Kilometer. Sebenarnya saya target tahun ini sudah rampung. Malahan saya berharap, saat kampanye saya mau lewat darat menuju Laonti. Namun karena kondisi Covid19, sehingga anggarannya dipangkas. Masih ada yang belum rampung dan belum bisa dilalui kendaraan. Insya Allah tahun depan sudah rampung jalan menuju Laonti.
Bagaimana dengan Obyek Wisata Namu?
Itu tetap dikembangkan. Malah sudah dibuat jalan sepanjang 6 Kilometer menuju lokasi obyek wisata Namu. Hanya karena ada rawa-rawa, sehingga jalan belum tersambung. Tapi saya sudah programkan bangun jembatan penghubung sehingga wisatawan ke Namu bisa lewat darat.
Kembali ke soal Kawasan Industri di Moramo dan Moramo Utara, apa benar ada perusahaan yang bermohon izin membangun smelter?
Iya ada, nama perusahaannya Sungai Raya Nikel Aloy. Tapi karena RTRW-nya belum rampung, maka belum bisa konstruksi perusahaan tersebut. Tetapi Pemda Konsel sudah membuat RTRW bahwa Moramo dan Moramo Utara sebagai Kawasan Industri. Sekarang RTRW dalam tahap pengusulan. Mudahan-mudahan segera tuntas, sehingga ke depannya Moramo dan Moramo Utara menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru bagi Konsel.
Program lain, bagaimana rencana membangun jalan yang menghubungkan Kecamatan Wolasi dengan Moramo?
Oh iya benar. Sebenarnya ada warga transmigrasi yang berkebun di Wolasi dan warga yang berkebun di Moramo. Sudah ada jalan, hanya sekitar 15 Kilometer lagi belum tembus. Nah ini yang akan dibangun Pemda sepanjang 15 Kilometer. Kalau ini sudah selesai, orang Moramo mau ke Andoolo lewat Wolasi makin dekat, waktu tempuh juga makin cepat. Inilah peran saya ke depan bila terpilih sebagai bupati Konawe Selatan dua periode. (*)









