Meski pada kampanye terbuka tersebut telah dilakukan sesuai Protokol Kesehatan (Prokes) namun masyarakat yang mayoritas sebagai petani/pekebun antusias untuk bertatap muka langsung dengan mantan bupati Muna Barat LM. Rajiun Tumada bersama pasangannya H. La Pili.
Saat berorasi, LM. Rajiun Tumada, berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir baik dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.
Mantan atlet nasional itu mengingatkan agar jangan terprovokasi sebab ia dan pasangannya dikatakan sebagai pendatang di Kabupaten Muna. Issue tersebut dilakukan secara masif, terstruktur dan sistematik, ini menandakan kata dia, bahwa pihak sebelah mulai takut, panik dan galau.
“Kita diisukan pendatang, mereka mengatakan kepada warga baik yang ada di desa dan kelurahan, jika kami berkunjung agar segera diusir. Ini menandakan bahwa kubu sebelah sudah panik. Jika daerah kita dipimpin dengan kelompok yang panik maka jelas Muna tidak akan bangkit, “katanya.
Ia berpesan kepada paslon lain saat lakukan kampanye dan berorasi untuk tidak menghujat paslon lain. Sebaiknya menyampaikan keberhasilan apa yang dilakukan selama kurang lebih lima tahun dan apa pula yang akan dilakukan lima tahun mendatang.
“Janganlah saling menghujat biarlah masyarakat menilai, kalau empat tahun lalu belum menepati janji kepada rakyat janganlah heran jika rakyat saat ini inginkan ganti rasa,”ucap LM. Rajiun Tumada, Senin 19 Oktober 2020.
Mantan Kasat Pol-PP Provinsi itu mengatakan, sejak melakukan kampanye dibeberapa kecamatan yang ada di daratan Kabupaten Muna massa yang hadir tidak jauh berbeda seperti yang ada di wilayah Kecamatan Watopute.
Artinya kata dia, jika pada kunjungan di wilayah lain nantinya juga dibanjiri ribuan massa, maka menurutnya selesailah bola-bola. Pas RAPI dipastikan menang.
“Insya Allah selesai bola-bola jika seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Muna mendukung kita seperti ini,” pungkasnya.
Laporan : Phoyo









