TenggaraNews.com, BUTON UTARA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Buton Utara (Butur) bersama partai koalisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengutuk keras maraknya kampanye hitam (black campaign) melalui media sosial (medsos) akhir-akhir ini.
Menurut Taufan Daniel, Divisi Humas Tim Pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Buton Utara, Abu Hasan dan Suhuzu (AHS), persoalan ini tidak bisa dibiarkan. Sebab akan berdampak pada kondusifitas wilayah Buton Utara menjelang hari pencoblosan tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
“Untuk itu, secara terbuka kami meminta kepada pihak kepolisian bersama tim siber crime Polres Butur untuk melacak akun-akun palsu yang sangat meresahkan itu,” kata Taufan.
Demokrasi yang dibangun model tersebut, menurut Taufan, jauh dari nilai-nilai adat ketimuran. Begitu gampangnya setiap orang melakukan aksi fitnah yang keji di medsos tanpa dasar.
“Seharusnya momentum Pemilukada ini nilai edukasi lebih dimunculkan sebagai cerminan kaum intelek. Apa jadinya jika tim sukses bersembunyi dibalik akun palsu menyerang pribadi calon,” tanya Taufan.
Terkait statemen Taufan Daniel, turut pula diamini Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Butur, Hajrul Khairullah.
“Selama ini kami di Tim AHS masih normatif melihat maraknya akun-akun palsu yang menyerang paslon kami, tapi dengan kejadian beberapa hari kemarin, saya kira sudah waktunya akun-akun palsu itu dilacak dan ditangkap pelakunya,” ujar Hasrul sapaan akrab Hajrul Khairullah.
Dalam rangka menguatkan pilar demokrasi khususnya di Buton Utara, Hasrul sapaan akrab Hajrul Khairullah berpesan agar setiap paslon dapat mengendalikan tim suksesnya untuk tidak memberikan komentar-komentar miring, baik dengan hasutan, cacian, fitnah yang melebihi batas kewajaran.
Menurutnya, negatif kampanye menjadi bagian dari perang strategi politik moderen dewasa ini, tapi tidak untuk black campaign (kampanye hitam), karena jika hal ini dibiarkan sangat berpotensi pada stabilitas dan kualitas pilkada itu sendiri.
Untuk itu, Hasrul mengajak kepada Tim Pemenangan Abuhasan-Suhuzu dan semua masyarakat Buton Utara, jangan terprovokasi dengan isu-isu sesat yang sengaja dihembuskan untuk memecah bela keteguhan kita sebagai anak bangsa. “Yakinlah masyarakat Buton Utara sudah lebih dewasa dalam menentukan pilihannya 9 Desember nanti,” tutup Hasrul.
Laporan : Rustam









