TenggaraNews.Com, WAKATOBI – Kapal kayu KM. Kifli Raya pengangkut Minyak tanah yang terbakar diarea perairan By Pass Marina Senin, 12 April 2021 pukul 20.00 WITA kemarin, diduga aksi penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi.
Hasil konfirmasi pihak Kasat Pol Airut Polres Wakatobi Iptu Risman, diketahui KM. Kifli Raya memuat BBM Subsidi jenis Minyak tanah dengan bobot muatan kapal sekitar 15 GT.
“Kapal tersebut bermuatan BBM Subsidi dari Buton menuju Wakatobi, dengan Izin Pangkalan atas nama La Musa Bula Agu, alias Nandar. Kejadian terbakarnya tepatnya di dekat By Pass,” Kamis, 15 April 2021.
Sejauh ini, pihak Pol Airud belum memberikan banyak keterangan, pasalnya sementara dalam proses penyelidikan.
Sementara itu, mengenai informasi KM. Kifli Raya, pihak Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Wanci melalui petugas Kesahabandaran seolah-olah menyembunyikan informasi kapal. Pasalnya, saat dikonfirmasi petugas tersebut malah ngamuk, tidak ingin diwawancara soal kapal yang diduga melakukan penyelundupan BBM Subsidi itu.
Ditempat yang sama Amin yang mengaku sebagai agen kapal bertindak sebagai perpanjangan tangan KM. Kifli Raya mengenai urusan dengan Syahbandar mengatakan, kapal tersebut sepengetahuannya telah beroperasi mengangkut BBM Subsidi Minyak tanah sejak tahun 2020.
“Kalau izin berlayarnya yang kami urus itu sejak tahun 2020, membongkarnya itu di samping pelabuhan Rakyat wanci itu Jalan By Pass Marina,” kata Amin.
Pengakuan Agen tersebut, bahwa telah mengurusi izin berlayar KM. Kifli Raya sejak tahun 2020, bertentangan dengan Pelayanan di UPP Wanci. Pasalnya dokumen kapal tersebut tidak pernah dilaporkan Kekantor Sahbandar sejak tahun 2020, nanti adanya kecelakaan baru diketahui ada kapal tersebut yang mengangkut BBM Subsidi, bahkan tempat membongkarnya pun tidak diketahui pihak Syahbandar.
“Tidak ada pemberitahuan dari pihak kapal maupun dari agen,” ungkap petugas tata Usaha Kantor UPP Wanci, Harianto. Bahkan sejak tahun 2020 beroperasi diperairan Wakatobi, pihak UPP Wanci tidak mengetahui informasi KM. Kifli Raya yang rutin memuat BBM Subsidi itu.
Menurut Amin yang mengaku sebagai Agen tersebut, KM. kifli Raya memuat BBM Subsidi minyak tanah 10 ton setiap minggunya.
“Kalau laporanya ke kami itu satu Minggu satu kali, berdasarkan data manifesnya 10 ton satu kali muat, jenis muatanya hanya minyak tanah,” tegas agen, Amin.
Untuk diketahui, pembongkaran BBM Subsidi yang diduga hasil penyelundupan tersebut, merupakan res area ruang publik yang cukup dekat dengan tujuan penyaluranya, yakni kepangkalan minyak milik Nandar, di Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi.
Area tersebut cukup rame dengan lalu lalang kendaraan, pasalnya selain merupakan area publik, disana juga terdapat pasar malam rakyat. Oleh sebab itu, pada saat peristiwa kebakaran Kapal terjadi, banyak masyarakat yang menyaksikan, apa lagi itu dekat juga dengan kantor Pol Airut Polres Kabupaten Wakatobi.
Laporan : Syaiful









