TenggaraNews.com, KENDARI – Rilis hasil survei The Haluoleo Insititute (THI) terkait nama-nama bakal calon wali kota Kendari yang akan maju bertarung pada pemilihan serentak tahun 2024 mendatang, ditanggapi Aksan Jaya Putra (AJP) politisi muda dari Partai Golkar.
Sebab menurut Aksan, berdasarkan survei internalnya melalui lembaga survei lain, elektabilitas Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, jauh berbeda dengan hasil survei yang dirilis THI.
“Merasa aneh dan lucu saja. Saya sendiri sudah melakukan survei di bulan Juni. Masa interval hanya dua bulan elektabilitas Sulkarnain melejit begitu saja,” kata Aksan via telepon.
Pria yang akrab disapa AJP ini mengakui berdasarkan survei internal dirinya memang berada di bawah Sulkarnain dan Abdul Rasak. Dimana Abdul Rasak memiliki elektabilitas 29,8 persen, Sulkarnain Kadir 14,2 persen, dan AJP 13,4 persen.
“Memang posisi saya diurutan ke tiga berdasarkan hasil survei internal. Cuma begini, saya melakukan survei dengan responden 1.200 lebih besar dari responden THI, tapi kok nilainya begitu,” ujarnya.
Menurutnya, sah-sah saja jika THI mengumumkan hasil surveinya. Hanya saja ia merasa lucu dan aneh dengan hasil survei tersebut.
“Silahkan saja keluarkan hasil survei. Dari survei di internal kami, saya sudah survei per kelurahan, jadi saya sudah tau dimana saya lemah. Survei ini juga menjadi penyemangat saya untuk bergerak di lapangan untuk meningkatkan elektabilitas,” pungkasnya.
Diketahui AJP telah melakukan survei internal dengan memakai lembaga survei Parameter Publik Indonesia (PPI). Hasilnya Abdul Rasak memiliki elektabilitas tertinggi dengan 29,8 persen Sulkarnain Kadir 14,2 persen, dan Aksan Jaya Putra 13,4 persen.
PPI menyelenggarakan survei pada 1-7 Juni 2021 dengan pengambilan sampel menggunakan metode multi stage random sampling.
Jumlah sampel dalam survei adalah 1.200 orang dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,9 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner.
Laporan : Rustam









