TenggaraNews.com, KENDARI – Sempat mengalami mati mesin dan dihantam ombak setinggi dua meter, Kapal Motor (KM) Nur Asakka GT 30 bermuatan tabung elpiji yang tenggelam disekitar Selat Wawonii, akhirnya berhasil dievakuasi pihak Ditpoliar Polda Sultra, Jumat 18 Mei 2018 sekitar pukul 09.15 Wita.
Dirpolair melalui Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, bahwa Ditpoliar Polda Sultra berhasil menyelamatkan terhadap kru kapal yang yang mengalami insiden tersebut.
“Saat itu kapal tiba-tiba mengalami mati mesin, kemudian dihantam ombak setinggi dua meter lalu tenggelam,” ujar Harry Goldenhard.
Lebih lanjut, Harry menjelaskan, KM Nursakka GT 30 bermuatan tabung elpiji
bertolak dari Kendari rencananya akan menuju ke Langgara, Kecamatan Wowoni Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).
Tak butuh waktu lama, personil Ditpolair dengan sigap langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), dan melakukan evakuasi.
“Setelah tiba di TKP, Ditpolair langsung melakukan menyelamatkan dan pertolongan terhadap empat orang kru kapal. Keempat korban langsung dibawa di Mako Ditpolair Kendari,” pungkasnya.
sementara itu, Humas Basarnas Kendari, Wahyudi juga membenarkan perihal tragedi naas yang dialami kapal pemuat tabung tersebut.
Pria yang akrab disapa Yudi ini menjelaskan, keempat kru KM Nur Asaka yang berhasil dievakuasi yakni
Ali (40), dan tiga rekannya masing-masing, Ical (40), Ansar (30) dan Anto (40).
“Peristiwa naas itu terjadi saat kapal bermuatan 2.540 tabung gas ukuran 3 kilogram, yang dikemudikan oleh Ali, mesin alkon (penyedot air) tidak berfungsi. Akibatnya, kapal tersebut tengelam di perairan Saponda dan Pulau Sagori,” jelasnya.
Ditambahkannya, Kapal tersebut milik agen LPG wilayah Konawe Kepulauan, yaitu PT. Anil Cahaya Langara. Saat perjalanan mengangkut tabung LPG 3 Kg lebih dari 2.540 tabung.
“Keempat penumpang selamat.
Untuk kapalnya sendiri ditonda sama KM Abiyan menuju Langara,” tambahnya.
Laporan: Ikas Cunge









