TenggaraNews.com, KENDARI – berdasarkan hasil survei online yang dilakukan BEM FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra nomor urut 3, Rusda Mahmud-Sjafei Kahar (RM-SK) berhasil mengungguli kedua rivalnya.
Dari tiga peserta Pilgub Sultra, Paslon yang diusung tiga Parpol ini yakni Partai Demokrat, PBB dan PKB unggul telak unggul dengan meraih 49,5 persen, sedangkan Paslon nomor urut 1 dan 2 masing-masing 29,1 persen dan 21,4 persen.
Persentase tersebut dihasilkan melalui item pertanyaan terakhir yang diajukan kepada ratusan responden, yakni siapa sosok gubernur dan wakil gubernur ideal pilihan mereka.
Ketua BEM FISIP UHO Kendari, Fatkhul Manan mengungkapkan, survei online tersebut merupakan program kerja lembaga kemahasiswaan yang dipimpinnya itu. Sasarannya adalah para kaum milenial yang melek dengan IT.
Dia juga menambahkan, survei online ini juga dipilih sebagai bentuk partisipasi para kaum intelektual di lingkup akademis, dengan memanfaatkan perkembangan IT dan mengefisienkan anggaran.
“Survei ini murni dari hasil kerja kami, semua pembiayaan bersumber dari lembaga kami sendiri,” ujarnya, Senin 11 Juni 2018.
Dia juga menambahkan, pihaknya melakukan survei tersebut selama tiga bulan dengan responden sebanyak 513. Akan tetapi, kata dia, setelah dilakukan verifikasi hanya 477 responden yang dinyatakan valid.
“Kami juga memetakan usia responden, dan hasilnya yang mengikuti survei ini memang didominasi kaum muda, yang berusia Angara 17-30 tahun,” tambahnya.
Melalui survei tersebut, lanjut Fatkhul, pihaknya mengajukan pertanyaan tertutup kepada responden. Selain figur calon gubernur ideal yang diinginkan, pihaknya juga mengajukan beberapa item pertanyaan, yakni domisili responden sesuai alamat KTP, jenis kelamin, pekerjaan, latar belakang profesi yang sesuai untuk menjadi Gubernur Sultra dan pertanyaan lainnya.
“Pejabat politik atau mantan kepala daerah, paling banyak dipilih responden untuk latar belakang profesi yang sesuai untuk menjadi Gubernur Sultra, yakni 47,7 persen,” sebutnya.
Di sisi lain, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) juga dinilai sebagai daerah di Sultra yang paling baik dan luar biasa pembangunannya, yakni 28,6 persen. Kemudian menyusul Kota Kendari 24,7 persen dan Kota Baubau 20 persen.
Laporan: Ikas Cunge








