TenggaraNews.com, KENDARI – berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Duta Politika Indonesia (DPI), pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra nomor urut 3, Rusda Mahmud-Sjafei Kahar berhasil mengungguli dua rivalnya, dengan total perolehan tingkat elektabilitas 38,75 persen, menyusul Paslon Alimazi-Lukman diangka 34,58 persen. Sementara Asrun-Hugua berada di posisi terakhir yakni 10,60 persen
Direktur Eksekutif DPI, Dedy Alamsyah Manorai mengungkapkan, hasil tersebut diperoleh dari konversi 1100 responden (total sampel). pengumpulan data dilakukan pada 16-21 Juni 2018 dengan margin of error sebesar 3 persen.
Di sisi lain, kata dia, peluang presentase dari aspek kepopuleran Rusda-Sjafei berada dibawah kedua kompetitornya. Paslon Asrun-Hugua meraih presentase popularitas teratas mengungguli dua paslon lainnya, yakni sebesar 93, 12 persen. Alimazi-Lukman mampu meraih angka popularitas sebesar 92,74 persen dengan 67,25 persen aspek penerimaan. Sedangkan Paslon Rusda-Sjafei meraih angka 80, 94 persen aspek popularitasnya dengan angka penerimaan dari masyarakat (akseptabilitas) tertinggi yakni sebesar 71, 41 persen.
“Pengumpulan data ini kami lakukan sejak tanggal 16 hingga 21 Juni lalu. Data survei dikumpulkan dengan menggunakan metode multistage random sampling, atau pengambilan sampel secara acak di 17 kabupaten/kota,” jelas Dedy.
Sementara itu, 71 persen dari responden mengaku tidak akan terpengaruh dengan politik uang alias serangan fajar saat hari pemilihan gubernur. PAlasannya, para pemilih jauh-jauh hari sudah mementukan nama yang akan dipilih.
“Mereka mengaku tetap akan mengambil pemberian calon tetapi yang akan dipilih tetap berdasar hati nurani,” ujarnya.
Laporan: Yusran









