TenggaraNews.com, KENDARI – Sekretaris DPD PAN Kendari, Syamsuddin Rahim menilai hasil Survei The Haluoleo Institute (THI) yang dirilis ke publik, dengan menempatkan pasangan calon (paslon) Ir Asrun dan Ir Hugua sebagai gubernur dan wakil gubernur Sultra diposisi terakhir elektabilitasnya, dalam pemilihan Gubernur Sultra 27 Juni mendatang tidak akurat.
Olehnya itu, Ketua DPRD Kota Kendari itu mengimbau asyarakat Sultra yang sudah terdaftar sebagai pemilih, agar tidak terprovokasi dengan hasil survei tersebut. Sebab, metode pengambilan data dengan cara sampling sama sekali tidak akurat.
“Tidak akuntabel hasil surveinya. Masyarakat Sultra saya imbau jangan percaya,” tegas Syamsuddin Rahim, yang juga Ketua kkoordinator Pemenangan Asrun dan Hugua Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Kendari, saat dikonformasi via telepon selullernya, Jumat 22 Juni 2018.
Samsuddin Rahim mengungkapkan, pada saat pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kendari juga pernah merilis hasil surveinya tahun lalu. Saat itu disebutkan tingkat elektabilitas pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra dan Sulkarnain dibawah pasangan Abdul Rasak dan Haris Andi Surahman. Tetapi faktanya justru pasangan Adriatma Dwi Putra dan Sulkarnain menjadi pemenang.
“Kalau kami dari tim Pemenangan pasangan Asrun dan Hugua tidak menggunakan survei seperti yang di lakukan oleh THI. Kami melalukan survei dengan melaksanakan sensus langsung ke masyarakat. Relawan Asrun dan Hugua sudah melakukan sensus. Bukan metode survei, ” jelasnya.
Hasil dari Sensus yang dilakukan oleh tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sultra Asrun-Hugua, yang tersebar di 17 kabupaten dan kota, menunjukkan akan menjadi pemenang dalam Pemilihan Gubernur Sultra.
Dengan begitu, lanjutnya, seluruh pendukung maupun simpatisan pasangan Asrun-Hugua tidak perlu ragu dengan peluang pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang didukung oleh PAN, PDI Perjuangan, PKS, Gerindra dan Hanura.
“Saya mengimbau bagi seluruh tim, simpatisan relawan dan seluruh pendukung Asrun dan Hugua untuk tetap solid. Selain itu juga kami minta seluruh pendukung dapat menahan diri, dari segala hal yang bisa menimbulkan pelaksanaan Pemilihan Gubernur tidak berjalan baik,” tegasnya.
Rilis THI menyebutkan, Paslon Ali Mazi dan Lukman berada di ranking 1 dengan persentase elektabilitas 48,5 persen, Rusda Mahmud-Sjafei Kahar 20,5 persen. Kemudian diposisi terakhir paslon Asrun dan Hugua 8,8 persen dan 22,2 persen pemilih belum mengetahui akan memilih paslon mana.
Laporan: Ikas Cunge









