TenggaraNews.com, SINJAI — Proyek pembangunan Asrama Putri Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai (HIPPMAS), yang anggarannya bersumber dari APBD Tahun 2018, senilai Rp.2.320.774.000 dikhawatirkan akan terbengkalai.
Pasalnya, proyek di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan ini diharapkan rampung akhir tahun 2018, namum hingga di awal tahun 2019, proyek ini belum juga terselesaikan, sehingga menjadi atensi penyelidikan pihak Polres Sinjai.
Sesuai kontrak , proyek ini seharusnya rampung pada tanggal 21 Desember 2018. Hal tersebut tertuang dalam kontrak kerja 4102.8/PPK/-PGK/Kontrak/DPUPR/VII/2018.

Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Noorman membenarkan perihal tersebut. Menurut dia, dugaan ini akan dilakukan penyelidikan lebih jauh sebelum ditingkatkan ke tahap penyidikan. Proyek pembangunan ASPURI dikerjakan oleh perusahaan CV. Sumber Resky Abadi.
“Saya sudah menandatangani surat tugas untuk melakukan penyelidikan pada proyek ASPURI, dan sudah ada perencanaan pada hari Senin 7 Januari depan, tim berangkat ke Makassar melakukan penyelidikan, apa kendala yang terjadi di sana,” kata Noorman saat ditemui wartawan di kediamannya, Sabtu 5 Januari 2019.
Namun, Kasat Reskrim Sinjai ini tidak menyinggung apakah penyelidikan ini tidak menyimpang dari instruksi Kapolri dan Kejagung, agar proyek yang belum melampau pekerjaan setelah tiba masa pemeliharaan (atau tiga bulan setelah kontrak selesai) .
AKP Norman hanya mengatakan, jauh sebelum beredar informasi di medsos, pihaknya sudah mendapat informasi terkait proyek ASPURI yang menggunakan APBD (DAU) TA 2018 , senilai Rp 2.320.774.000 . (NAS/JNN)









