TenggaraNews.com, KENDARI – Sekitar 1780 hektare tanaman padi di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terancam Puso atau gagal panen, akibat banjir yang merendam lahan pertanian tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra, Muhammad Nasir.
“Jadi dari 1780 hektare tanaman padi yang terendam banjir, 50 persen yang sudah nyata puso atau tidak bisa lagi dipanen,” ungkap Nasir saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 12 Juli 2018.
Tetapi, lanjut dia, data ini akan terus bertambah ketika air yang merendam tanaman padi itu belum turun, sehingga jika airnya turun maka bisa terselamatkan.
“Jadi saya prediksi kurang lebih 1200 sampai 1500 hektare tanaman padi yang terancam Puso di Sultra,” ujar Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ini.
Lebih lanjut, Nasir menyebutkan, ada tiga lahan pertanian yang paling banyak terkena dampak banjir di Sultra, yaitu Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan Konawe Utara. Adapun rata-rata kegagalan tersebut diatas 300 hektare setiap kabupatennya.
”Insya Allah kejadian ini tidak akan berdampak pada kenaikan harga beras, karena surplusnya kita sudah sangat tinggi, yaitu Rp 135 ribu ton per tahunnya, jadi tidak akan berdampak pada kenaikan beras serta kekurangan stok,” bebernya.
Olehnya itu, kata dia, pihaknya sudah mengkonsultasikan melalui surat tertulis kepada Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian untuk memberikan bantuan benih padi bagi setiap petani, dalam satu hektare sebanyak 25 kilogram agar mereka bisa menanam pada September 2018 mendatang.
Selain lahan pertanian padi, lanjut Nasir, seluas 20 hektare tanaman jagung juga rusak dan ada beberapa peternakan yang terendam banjir.
Laporan: Yusran








