TenggaraNews.com, JAKARTA – Lingkar Studi Mahasiswa (LSM) Muna Jakarta manaruh perhatian penuh terhadap arah perkembangan Bumi Sowite. Apalagi, saat ini daerah tersebut tengah menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dihelat pada 2020 mendatang.
Olehnya itu, paguyuban kemahasiswaan tersebut mewacanakan duduk bersama tokoh-tokoh asal Kabupaten Muna, melalui diskusi yang mengusung tema
“Melihat Muna dari Perspektif Tokoh & Meneropong Masa Depan Kabupaten Muna”.
Ketua Lingkar Study Mahasiswa Muna Jakarta, Ikhsan Jamal mengungkapkan, tujuan dari diskusi tersebut tidak lain adalah untuk menemukan titik temu dan mencari solusi dari sejumlah persoalan daerah, melalui sudut pandang tokoh-tokoh Kabupaten Muna.
“Kabupaten Muna, boleh dikata sampai saat ini belum ada perkembangan yang secara signifikan, entah itu dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan, dan tingkat pengganguran yang terus meningkat,” ujar Wakil Direktur LKBHMI PB HMI ini.
Lebih lanjut, Ikhsan Jamal menambahkan, dapat diketahui bersama bahwa cukup banyak orang Muna sukses dalam menitik karir di rantau orang. Namun mengapa untuk daerah sendiri dibiarkan jauh tertinggal di bandingkan kabupaten-kabupaten lain yang ada di Sultra.
“Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk menyelenggarakan diskusi bersama tokoh-tokoh Kabupaten Muna, akhir pekan depan. Guna menemukan problem dan menemukan jalan keluar,” jelas Ikhsan Jamal.
Seperti diketahui, Kabupaten Muna adalah salah satu daerah Tingkat II di Provinsi Sultra, dengan Ibu kota di Raha. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.887 km². Muna merupakan salah satu kabupaten tertua yang ada di bumi anoa.
Daerah Muna berada pada titik strategis jalur perdagangan Sultra, karena di apit oleh Kota Bau-Bau yang merupakan pintu masuk utama jalur laut dan Kota Kendari yang merupakan Ibu Kota Propinsi Sultra.
Laporan: Ikas









