TenggaraNews.com, KENDARI – Jalan raya di Kelurahan Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat dan enam. Ini disebabkan terjadinya keretakan, akibat terkikis arus Sungai Konaweeha yang bersinggungan langsung dengan bahu jalan.
Keretakan jalan disaksikan warga yang melintas sekira jam 08.20 Wita, Selasa (2/7/2019). Warga pelintas bersama warga setempat langsung berinisiatif menghentikan kendaraan, agar tidak terperosok ke dalam sungai Konaweeha yang dalamnya diperkirakan lebih 8 meter.
“Pengaruh hujan yang turun sejak kemarin sampai tadi pagi, sehingga jalan retak. Air Sungai Konaweeha kan sangat deras, jadi dia kikismi ini jalan sampai terbelah aspal. Ya untungnya cepat dilihat, kalau tidak bisa ada mobil masuk ke sungai, ” jelas Muhidin, warga yang melintas di Pohara.

Warga berbondong-bondong menyaksikan keretakan jalan di Pohara.
Lokasi yang mengalami keretakan, berada di pembelokan jalan dan air Sungai Konaweeha. Karena bersinggungan langsung, air sungai yang mengalir deras dari hulu langsung menerjang jalan raya, sehingga terjadilah longsor di bahu jalan.
Jalan ini sudah mulai terkikis sejak tahun 2018. Namun Dinas PUPR Provinsi Sultra hanya memperlebar jalan, dengan mengikis gunung samping jalan tersebut. Sementara Sungai Konaweeha yang mengalami pelebaran tidak ditanggul.
Jalan yang mengalami kerusakan ini sangat vital, karena menghubungkan Kota Kendari menuju Kabupaten Konawe, Kolaka Timur (Koltim), Kolaka, Kolaka Utara (Kolut) serta Konawe Utara. Jalur ini juga menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng), Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Melihat kondisi jalan sangat membahayakan, aparat kepolisian mengalihkan rute kendaraan di dekat jembatan besi Pohara menuju Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Pengendara juga bisa melewati jalur jalan Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe melewati Kecamatan Angata, Mowila, Landono sampai Kota Kendari.
Laporan : Rustam









