TenggaraNews.com, KOLAKA – Bawaslu Kolaka menggelar rapat koordinasi (Rakor) peran serta stakeholder dalam pencegahan, dan penindakan pelanggaran Pemilu bersama kaum milenial dari perwakilan mahasiswa, dan organisasi kepemudaan serta insan pers yang ada di Kabupaten Kolaka, Mingbertempat di halaman Kampus Institut Agama Islam (IAI) AL-Mawaddah Warrahma Kolaka.
Rakor tersebut menghadirkan pemateri dari pihak kepolisian dan akademisi yang dihadiri Dekan Fakultas Gukum USN Kolaka, Yahyanto, Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP. Gede Pranata Wiguna dan Wakil Rektor I IAI Al-Mawaddah Warraham Kolaka.
Ketua Bawaslu Kolaka, Juhardin mengatakan, melalui kegiatan ini ada dua hal penting yang ingin disampaikan, yakni menunjukkan bahwa lembaga Bawaslu itu ada di Kolaka, karena biasanya Bawaslu dikenal nanti pada saat nanti akan Pemilu, sehingga pihaknya sudah hadir memberikan pemahaman kepada mahasiswa sejak awal.
“Bawaslu sebagai pengawas Pemilu itu tugas utamanya. Selain itu ada tugas lain mengembangkan pengawasan partispatif. Ditugas yang kedua inilah kita melibatkan semua elemen masyarakat termasuk di dalamnya ada mahasiswa juga insan pers, untuk mengembangkan pengawasan, karena ada kepentingan kita terkait proses demokrasi. Ada keinginan kita bersama tentang proses demokrasi, ada keinginan besar kita bahwa proses demokrasi itu harusnya melahirkan pemimpin yang terbaik,” katanya.
Menurutnya, proses Pemilu baik itu Pilkada, Pilpres, maupun Pilcaleg idealnya menghasilkan pemimpin yang terbaik, minimal kalau tidak terbaik pemimpin yang baik.
“Untuk kepentingan inilah maka Bawaslu terus menerus melakukan sosialisasi hari ini bertajuk koordinasi, tapi kita ingin mensosialiskan bahwa meskipun Pemilu kita sudah laksanakan masih ada Pemilu kedepan. Desain Pemilu pasca keputusan MK itu ada enam opsi kemungkinan besarnya Pemilu serentaknya di tahun 2024 dalam Pemilihan Presiden. Boleh jadi Pilkada dimajukan pada 2022 atau 2023, ini baru desain pemerintah,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, untuk menyambut hal tersebut, penting untuk disampaikan kepada masyarakat khsusnya bagi para mahasiswa sebagai agen pembaharu, agar menyampaikan kepada masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas dan hindari money politik.
“Orang yang tertangkap money politik ada pidananya. Inilah pentingnya kami hadir di kampus ini untuk menyampaikan, bahwa Pemilu itu tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.
Juhardin menegaskan, usai melakukan sosialisasi, selanjutnya Bawaslu Kolaka merangkul semua elemen masyarakat termasuk kampus, insan pers, Ormas, dan OKP untuk bahu membahu membangun komitmen ini.
“Karena kita tidak bisa jalan sendiri, pengawasan Pemilu tidak bisa diserahkan saja kepada KPU dan Bawaslu, kita semua harus berpartisipasi melalui kompetisi kita masing-masing. Inilah menjadi penting kita berkolaborasi seperti forum bersama hari ini,” tegasnya.
Laporan: Deri









