TenggaraNews.com, MUNA – Hampir sepekan sudah masyarakat Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dibuat resah, terlebih para tukang ojek dan sopir angkutan umum. Pasalnya, bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar kembali langka, akibatnya terlihat antrian kendaraan berpuluh-puluh meter di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Seperti yang nampak di SPBU yang berada di Jalan Basuki Rahmat, antrian sampai memadati area jalan, sehingga sebagian pengguna jalan merasa terganggu.
Salah seorang warga, Ahmad mengatakan akibat langkahnya BBM berdampak pada pemenuhan kebutuhan hidup sehari- hari yang makin sulit, karena dirinya hanya mengandalkan pencahariannya sebagai seorang tukang ojek.
“Sudah beberapa hari ini BBM langka, akibatnya saya mengojek nanti siang karena mengantri dulu sampai bermeter-meter jaraknya. Mungkin, untuk bulan ini saya terlambat membayar cicilan motor, padahal angsurannya baru berjalan tiga bulan, mau beli eceran juga harganya lebih mahal,” ucapnya, Selasa 25 Desember 2018.
Kondisi kelangkaan dan antrian panjang tersebut ditindaklanjuti pihak Polres Muna. Wakapolres Muna, Kompol Yusuf Mars ikut memantau pengamanan dan pengawasan penjualan premium dan solar di semua SPBU yang ada dikota Raha.
“Kami mengontrol dan mengawasi ketertiban dari para pengguna BBM, mengingat beberapa hari ini suplai BBM dari Pertamina ini agar tersendat sehingga kebutuhan masyarakat akan bahan bakar meningkat, tapi harapan kita khususnya dalam pengisian ini disesuaikan dengan aturan main,” ujarya
Menurut pihak Pertamina, kata Wakapolres, kelangkaan BBM tersebut diakibatkan pendistribusian dari Makassar ke Muna agak terlambat. Masyarakat berharap kelangkaan ini segera berakhir dan pemerintah bisa mencari solusi terkait langkanya BBM.
“Kami juga menertibkan kendaraan yg membeli BBM, agar tidak ada yang doubel masuk areal SPBU. Bukan cuma itu, kami juga menindak tegas pembelian BBM di SPBU menggunakan jerigen dan tangki rakitan, kata Wakapolres. (phoyo)








