TenggaraNews.com, KENDARI – Calon Ketua Umum (Caketum) BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Mardani H. Maming berkomitmen mendorong para pengusaha lokal untuk terus tumbuh dan berkembang seiring maraknya para pengusaha asing yang berinvestasi di Indonesia.
Berbekal dari pengalaman dirinya menahkodai Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam mensinergikan antara pengusaha asing dan daerah, sehingga bisa bersama-sama dalam membangun ekonomi daerah. Maka, pemilik 55 perusahaan ini juga berkeinginan meningkatkan gairah para pengusaha daerah, agar terus mengembangkan usahanya dan semangat dalam berkecimpung di sektor usaha yang tengah dijalaninya.
Selain itu, Mardani juga akan memperjuangkan lahirnya regulasi dari pemerintah yang bisa melindungi eksistensi usaha para pengusaha kecil di daerah-daerah.
Terkhusus di Sultra, Ketua Apkasi ini berencana menghadirkan pengusaha asing, kemudian memaksa untuk bekerja sama pengusaha daerah dalam pengembangan investasi asing tersebut.
“Saya mau nantinya membawah pengusaha-pengusaha asing di Sultra, untuk bekerja sama dengan pengusaha nasional dan daerah,” ungkap anak mantan kepala desa ini, Jumat 12 Juni 2019.
Menurut dia, para pengusaha asing tidak boleh diberikan izin yang sempurna. Maksudnya, semua perizinan dan jenis usahanya tidak hanya dimiliki sendiri oleh pengusaha asing tersebut, melainkan diarahkan untuk bekerja sama dengan pengusaha daerah, sehingga bisa terbangun sinergitas antara pengusaha luar negeri dan daerah.
“Kita paksa para pengusaha asing ini bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha daerah kita ini. Ini yang harus kita jaga, jangan sampai ada orang asing yang menjadi raja di tempat kita, sedangkan kita hanya menjadi penonton. Jangan sampai sumber daya alam hanya dinikmati para pengusaha asin ini, dan kita hanya jadi penonton saja,” ujar Ketua Apkasi ini.
Sinergitas membangum ekonomi daerah antara pengusaha asing dan lokal sudah terbukti. Sebab, konsep tersebut diterapkannya saat menjabat sebagai kepala daerah di Kabupaten Tanah Bumbu.
Laporan: Ikas









