TenggaraNews.com, KENDARI – Ketua Umum (Ketum) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sultra, Sucianti Suaib Saenong memastikan dukungan kepada Mardani H. Maming (MHM) dalam bursa pemilihan calon ketua umum (Caketum) BPP Hipmi periode 2019-2022.
Hal itu disampaikan pengusaha asal Kabupaten Bombana ini saat memberikan sambutan pada kegiatan silaturahmi bertajuk “Teposua Ronga MHM”, Jumat 12 Juli 2019 di Waroeng X-Bro.
Sucianti menjelaskan, salah satu alasan mendasar bagi Hipmi Sultra mengarahkan dukungan kepada Caketum nomor urut empat itu, karena MHM yang merupakan anak mantan kepala desa ini telah membuktikan kepeduliannya terhadap daerah, khususnya di Sultra, yakni dengan membuka lapangan kerja di bumi anoa.
Selain itu, kata dia, sosok Mardani juga telah memberikan motivasi dan inspirasi bagi para pengusaha muda di Indonesia, yang memulai usahanya dari bawah dan berhasil mengembangkannya hingga menjadi besar.
“Sejak awal, kami (Hipmi Sultra) sudah memastikan pilihan kepada MHM, sebelum dia memutuskan maju dalam bursa Caketum,” ujar Sucianti.
Olehnya itu, lanjut wanita berhijab ini, pihaknya berharap kepada MHM, agar bisa membantu para pengusaha muda yang tergabung dalam kepengurusan di Hipmi Sultra, dalam berkecimpung di berbagai sektor, sehingga dapat bersinergi membangun dan mengembangkan potensi daerah.
Sementara itu, Mardani H. Maming menyambut baik dukungan dari BPD Hipmi Sultra, dan dirinya berjanji akan mensinergikan antara pengusaha asing dan daerah. Hal ini sesuai dengan tagline yang diusungnya yakni bersinergi membangin ekonomi daerah.
“Saya mau nantinya membawah pengusaha-pengusaha asing di Sultra, untuk bekerja sama dengan pengusaha nasional dan daerah,” ungkap mantan Bupati Tanah Bumbu tersebut.
Menurut dia, para pengusaha asing tidak boleh diberikan izin yang sempurna. Maksudnya, semua perizinan dan jenis usahanya tidak hanya dimiliki sendiri oleh pengusaha asing tersebut, melainkan diarahkan untuk bekerja sama dengan pengusaha daerah, sehingga bisa terbangun sinergitas antara pengusaha luar negeri dan daerah.
“Kita paksa para pengusaha asing ini bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha daerah kita ini. Ini yang harus kita jaga, jangan sampai ada orang asing yang menjadi raja di tempat kita, sedangkan kita hanya menjadi penonton. Jangan sampai sumber daya alam hanya dinikmati para pengusaha asin ini, dan kita hanya jadi penonton saja,” ujar Ketua Apkasi ini.
Sinergitas membangum ekonomi daerah antara pengusaha asing dan lokal sudah terbukti. Sebab, konsep tersebut diterapkannya saat menjabat sebagai kepala daerah di Kabupaten Tanah Bumbu.
Agenda silaturahmi MHM tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas, Ketua DPD PDIP Sultra, Hugua dan pengurus Hipmi se-Sultra.
Laporan: Ikas









