TenggaraNews.com, KENDARI – Kunjungn lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK – RI) Ke Muna Barat mendapat banyak dukungan. Salah satunya Bram Barakatino salah satu aktivis di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Pospera Kota Kendari itu mengungkapkan, bahwa dari banyak polemik indikasi korupsi terkait pembangunan infrastruktur di Muna Barat, Jalan ring road benar-benar memuat indikasi korupsi paling besar.
“Jalan ring road itu sejak lama memang suda disuarahkan banyak elemen gerakan mahasiswa, sebab dari kondisi fisiknya saja potensi mark up besar sekali. Belum mencapai usia 2 bulan saja, aspal suda mulai terkelupas, bahkan setelah memasuki musim hujan, aspal itu malah berubah menjadi bubur,” ungkap Bram saat ditemui di salah satu Warkop di Kendari, Rabu 29 Agustus 2018.
Dia juga menambahkan, sebenarnya persoalan itu telah diadukan di Kejari sampai tingkat Kejati, namun tak kunjung memberikan titik terang.
“Sewaktu saya berkunjung di Kejari Muna, persoalan itu sempat saya tanyakan, dan pihak Kejari membenarkan jika aduan telah mereka terima, namun penyelidikan dihentikan katanya karna lagi menghadapi Pilkada. Alasan yang sangat tidak logis menurut saya,” tambahnya.
Anehnya, menurut Bram, ketika jalan ring road itu hancur dihempas banjir, Pemda Muna Barat kembali menganggarkan pembangunanya.
“Sekarang dianggarkan kembali, artinya Pemda Mubar benar-benar melegitimasi kegagalan kerja di tahap pertama. Sebab, jika kita kembali ke belakang, rentan waktu pengerjaan proyek itu belum terlalu lama, sejatinya masih masuk dalam tahap pemeliharaan, bukan malah dianggarkan baru lagi,” bebernya.
Bram juga mengungkapkan, bahwa “Tragedi” jalan ring road patut memakan “korban” saat ini. Olehnya itu, saat ini pihaknya berharap KPK bisa profesional melakukan tugas-tugas penyelidikan dan penindakanya.
“Kondisi ring road yang kacau balau seperti itu, sulit mengatakan jika Bupati Mubar idak terlibat dalam permainan suap menyuap, juga mantan Kabid pembangunan inisial LM itu patut di periksa lebih cepat, berpotensi semua sumber malapetaka itu bersumber dari sana,” geramnya.
Bram berharap, agar KPK bisa bertindak lebih cepat, karena publik benar-benar menantikan hasil yang memuaskan.
Untuk diketahui, volume pembangunan Jalan Ring Road tersebut berjarak 34 kilo meter, yang menelan APBN Rp 98 miliar.
Laporan: Muhamad Syukur









