TenggaraNews.com, BUTON TENGAH – Buntut aksi mogok para sopir antar kabupaten (Lintas Muna-Wamengkoli) di Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna, Istri Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng), Nuraida yang hendak masuk di Wilayah Muna tak diizinkan melanjutkan perjalanannya.
Istri Wakil Bupati Buteng ini diketahui hendak menuju Bandara Sugimanuru, Muna Barat. Dan diantar menggunakan kendaraan berplat merah, namun nasib sial Ia dapat karena tujuanya terbang dari Bandara Sugimanuru menuju Jakarta batal.
Walaupun dilakukan negosiasi dengan para sopir yang sedang melakukan protes kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buteng, tentang adanya terminal baru di Lombe, namun Istri Wakil Bupati Buteng ini terpaksa balik belakang dan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalananya.
Para sopir menilai, aksi protes terhadap adanya terminal baru yang ada di Lombe ini sangat dirugikan para penumpang, khususnya dari wilayah Muna dan Muna Barat.

Dengan kondisi ini, para sopir Raha – Wamengkoli akan terus melakukan aksi mogok dan protes terhadap kebijakan sepihak yang dilakukan oleh Pemkab Buteng melalui Dinas Perhubungan.
“Kami akan terus melakukan aksi protes sampai ada keputusan yang jelas dari pihak DPRD Sultra, Gubernur dan Dinas Perhubungan Provinsi. Kami sebagai sopir dan penumpang khususnya dari Muna sangat dirugikan dengan adanya terminal baru ini,” terang salah seorang sopir angkot, La Ode Samia.
Berdasarkan pantauan awak media Tenggaranews.com, aksi mogok para sopir di Tongkuno Selatan masih terus berlanjut. Para sopir masih terus melakukan pengecekan setiap mobil-mobil yang lewat, baik dari arah Raha menuju Wamengkoli atau arah sebaliknya.
“Kami akan terus melakuakan mogok, besok kami rencanakan mogok tiga titik yaitu Labasa Tongkuno Selatan, Wakuru Kecamatan Tongkuno, dan Wakumoro Kecamatan Parigi,” terang para sopir.
Laporan: Hasan









