TenggaraNews.com, KENDARI – Komandan Korem (Danrem) 143/HO, Kolonel Arm. Dedi Nuhardiman mengungkapkan, potensi terjadinya aksi radikalisme di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih kecil alias minim. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan monitoring di seluruh penjuru bumi anoa, untuk memastikan wilayah Sultra steril dari hal-hal yang mengancam keutuhan NKRI.
“Berdasarkan pantauan kami, untuk Sultra masih kecil potensi kerawanan radikalisme,” ujar Danrem 143/HO, Kamis 7 Juni 2018.
Lebih lanjut, Kolonel Arm. Dedi Nuhardiman menjelaskan, sinergitas dan komunikasi terus dibangun bersama pihak-pihak terkait, dalam rangka bersama-sama mewujudkan kondisi wilayah yang kondusif dan bersih dari aksi radikalisme.
“Jadi, selain fokus pada persoalan teritorial, TNI juga membantu lembaga lain dalam mewujudkan kondisi wilayah yang aman dan nyaman,” jelasnya.
Ditambahkannya, salah satu instansi yang menjadi perhatian adalah dunia kampus, yang notabene memiliki masyarakat intelektual dan selalu mengekspresikan ide-ide mereka.
“Hanya saja, memang sudah ada rambu-rambunya, bagaimana aparat masuk ke dalam lingkungan kampus,” tambahnya.
Laporan: Ikas Cunge








