Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home Ibukota

Derita Nenek Sitti, Lumpuh Pasca Dirawat di RSJ

Redaksi by Redaksi
January 8, 2020
in Ibukota
0
Smiley face

TenggaraNews.com, KENDARI – Kondisi Andi Sitti (72) memprihatinkan pasca menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari selama 13 hari. Disekujur tubuh wanita lanjut usia (Lansia) asal Desa Dawi-dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka itu nampak sejumlah luka.

Kepada TenggaraNews.com, salah satu kerabat pasien, Erwin menceritakan kondisi Andi Sitti usai dijemput di RSJ. Saat ini, kata dia, bibinya tersebut hanya terbaring di tempat tidur, sudah tidak bisa lagi berjalan (Lumpuh).

Padahal, lanjutnya, saat keluarga mengantar ke RSJ, kondisi Andi Sitti hanya menderita gangguan mental dan masih bisa berjalan. Anehnya, setelah menjalani perawatan, terjadi perubahan terhadap kondisi fisik pasien yang kini tak bisa lagi berjalan.

“Keluarga kaget, karena tante saya lumpuh dan banyak luka-luka di badannya. Bahkan, matanya lebam seperti habis dipukul, ini yang tidak diterima keluarga,” jelasnya, akhir pekan lalu.

Ruangan Flamboyan, tempat nenek Sitti dirawat. Foto: Ikas/TenggaraNews.com.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh Sarmila, salah satu cucu Andi Sitti. Dihubungi melalui selularnya, wanita yang akrab disapa Mila mengatakan, bahwa pihak rumah sakit terkesan melakukan pemulangan paksa terhadap neneknya. Padahal, kondisinya saat itu masih memprihatinkan.

You Might Also Like

Ketua KNPI Sultra Hendrawan, Desak Gubernur Copot Kadis Kominfo Sultra

Telkomsel Suport Perhelatan STQH Nasional XXVIII  di Kota Kendari

GMNI Kendari Tuntut Fungsi Pengawasan DPRD Sultra Hingga Monumen Randi-Yusuf ‎

Obyek Wisata Pantai Nambo Ditata Kembali

“Waktu pertama masuk RSJ kondisi nenek saya sehat-sehat ji. Memang sempat mengamuk di ruang UGD karena nda mau diperiksa sama petugasnya, sehingga diikat di atas ranjang,” katanya.

Kepala Bidang Perawatan Medis RSJ Kendari, dr. Murniaty saat memberikan penjelasan kepada keluarga pasien. Foto: Ikas/TenggaraNewd.com.

Sarmila menambahkan, saat masuk ke UGD RSJ, Ia dimintai uang sebesar Rp1 juta untuk biaya perawatan.

“Petugasnya bilang, nenek saya bisa mi pulang, nanti biar dirawat katanya di RSJ. Sebelumnya, salah satu petugas RSJ telpon terus saya. Dia suruh saya datang ambil nenekku, karena alasannya dia sudah lemah,” tambahnya.

Alasan pihak rumah sakit membuat Sarmila dan keluarganya dibuat bingung. Pasalnya, pihak rumah sakit yang mendesak keluarga untuk memulangkan pasien.

“Saya pikir sudah sehat mi saya punya nenek karena petugasnya bilang bawa pulang mi katanya nenekku. Tapi justru keadaanya makin parah. Saya juga dimintai uang saat mau keluar dari ruangan perawatan Flamboyan. Disitu saya bayar Rp1 juta 14 ribu dan bukti pembayarannya hanya pakai kwitansi,” jelasnya.

Smiley face

Sarmila menambahkan, bahwa pihak keluarga tak diberi penjelasan sedikitpun oleh pihak RSJ terkait kondisi nenek Sitti yang memprihatinkan.

Berdasarkan kondisi itu, pihak rumah sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai standar pelayanan dan diduga melalaikan pasien.

Jurnalis TenggaraNews.com bersama beberapa awak media online sempat menemani keluarga pasien untuk meminta klarifikasi pihak RSJ. Saat itu, Kepala Bidang Perawatan Medis RSJ Kendari telah memberikan penjelasan kepada pihak keluarga pasien. Hanya saja, dr. Murniaty menolak jika penjelasannya tersebut dipublish dalam pemberitaan.

“Jangan. Ada pimpinan,” pintanya kepada awak media.

Sebelumnya, Direktur RSJ Kendari, dr. Abd. Razak telah dua kali membuat janji untuk bertemu awak media. Akan tetapi, hingga berita ini dipublish agenda tersebut selalu batal.

Kondisi ruangan Direktur RSJ Kendari, dr. Abd. Razak yang nampak sepi, dan pintunya terkunci. Tak satu pun staf nampak. Foto: Ikas/TenggaraNews.com.

Jurnalis TenggaraNews.com juga pernah meminta untuk melakukan wawancara melalui telfon, namun dr. Abd Razak menolak sembari meminta agar diwawancara langsung di ruang kerjanya.

Selasa 7 Januari 2020, jurnalis TenggaraNews.com berhasil menghubungi dr. Abd. Razak. Dan dia bersedia diwawancarai selepas shalat Dzuhur di RSJ.

“Selesai shalat Dzuhur yah. Tapi cepat, karena saya mau keluar,” terangnya.

Lalu, selepas Dzuhur, jurnalis TenggaraNews.com bersama beberapa wartawan (Sultranews dan Zonasultra) mendatangi RSJ, yang terletak di Jalan dr. Sutomo, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu.

Akan tetapi, Abd. Razak tak berada di tempat. Situasi rumah sakit tampak sepi, nampak pintu ruangannya terkunci dan tak ada staf. Kemudian, jurnalis TenggaraNews.com mencoba menelfon via WhatsApp namun tak diangkat. Begitu pula saat dikirimkan chat terkait keberadaan para awak media, juga tak mendapatkan jawaban.

Karena masih ada agenda liputan lainnya, para awak media memutuskan meninggalkan RSJ. Saat awak media sedang melakukan liputan di tempat lain, tiba-tiba telefon genggam jurnalis TenggaraNews.com berdering, dari layar handphone tersebut nampak tertera nama Direktur RSJ yang melakukan panggilan via WhatsApp.

Abd Razak mengabarkan bahwa dirinya sudah berada di ruangan kerjanya. Akan tetapi, awak media tak bisa kembali ke RSJ, karena masih melalukan liputan di tempat lain, sehingga Direktur RSJ memberikan penjelasan terkait keluhan keluarga nenek Sitti.

Melalui Sambungan selularnya, Abd. Razak tak menerima jika pasien itu disebut lumpuh usai menjalani perwatan di rumah sakit yang dipimpinnya itu.

“Jangan pakai kata lumpu, itu terlalu berlebihan, ” ujar mantan Direktur RSUP Bahteramas ini saat menelfon jurnalis TenggaraNews.com via WhatsApp.

Menurut dia, kondisi fisik nenek Sitti disebabkan karena faktor Lansia. dr. Abd. Razak juga menjelaskan, bahwa RSJ bukan tempat untuk Lansia.

Laporan: Ikas

Post Views: 219
Previous Post

Tindak Lanjuti Aspirasi Masyarakat, Rusda Mahmud Kunker ke Fuel Pertamina Kendari

Next Post

Warga Desa Tondasi Keluhkan Dampak Operasional AMP PT. Aneka Bangunan

Redaksi

Redaksi

Related News

Ketua KNPI Sultra Hendrawan, Desak Gubernur Copot Kadis Kominfo Sultra

Ketua KNPI Sultra Hendrawan, Desak Gubernur Copot Kadis Kominfo Sultra

by Redaksi
October 17, 2025
0

TenggaraNews.com, KENDARI - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) segera mencopot Kadis...

Telkomsel Suport Perhelatan STQH Nasional XXVIII  di Kota Kendari

Telkomsel Suport Perhelatan STQH Nasional XXVIII  di Kota Kendari

by Redaksi
October 14, 2025
0

TenggaraNews. com, KENDARI– Telkomsel kembali mengambil peran aktif dalam event keagaaman dan kebudayaan nasional. Kali ini, Telkomsel berpartisipasi dalam perhelatan...

GMNI Kendari Tuntut Fungsi Pengawasan DPRD Sultra Hingga Monumen Randi-Yusuf  ‎

GMNI Kendari Tuntut Fungsi Pengawasan DPRD Sultra Hingga Monumen Randi-Yusuf ‎

by Redaksi
September 26, 2025
0

‎TenggaraNews. Com, KENDARI - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara terkait...

Obyek Wisata Pantai Nambo Ditata Kembali

Obyek Wisata Pantai Nambo Ditata Kembali

by Redaksi
May 22, 2025
0

TenggaraNews.com, KENDARI  – Obyek wisata Pantai Nambo yang dulu banyak dikunjungi wisatawan mulai ditata kembali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari....

Next Post
Warga Desa Tondasi Keluhkan Dampak Operasional AMP PT. Aneka Bangunan

Warga Desa Tondasi Keluhkan Dampak Operasional AMP PT. Aneka Bangunan

PT. Antam Gelar Ibadah Perayaan  Natal

PT. Antam Gelar Ibadah Perayaan Natal

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • Polsek Kaledupa Dinilai Tidak Profesional Tangani Laporan Masyarakat
  • Usut Penyebab Kematian Baim, Polisi Periksa 4 Orang Saksi
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara