TenggaraNews.com, KENDARI – Anggota Komisi VII DPR RI, Rusda Mahmud (RM) lakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Fuel Pertamina Kendari, Rabu 8 Januari 2020.
Kunjungan Rusda Mahmud tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat, yang diterimanya saat reses di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) beberapa hari lalu.
Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan, salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat saat reses adalah persoalan distribusi BBM dan tabung gas.
“Iya, hari ini saya menindaklanjuti aspirasi masyarakat, yang disampaikan saat reses. Banyak keluhan mereka, tapi yang berkaitan dengan komisi saya, yah hari ini langsung saya tindak lanjuti,” ujar Rusda Mahmud.
Lebih lanjut, mantan Bupati Kolut dua periode ini menjelaskan, bahwa masyarakat khususnya nelayan mengeluhkan distribusi BBM bersubsidi yang salah sasaran, sehingga berdampak pada kurangnya jatah yang diterima masyarakat.
Sehingga, kata dia, para nelayan kerap kesulitan mendapatkan BBM untuk keperluan melaut. Rusda juga mencontohkan, seperti yang dikeluhkan Aspitindo, dimana kebutuhan BBM para nelayan sebanyak satu ton lebih, tapi jatah yang diberikan hanya 800 liter.
“Saya sudah sampaikan ke pihak Pertamina agar jangan merugikan masyarakat. Keluhan ini harus segera ditindaklanjuti,” katanya.
Di tempat yang sama, Fuel Terminal Manager Kendari, Novi Prasetyo mengatakan, bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan melalui anggota DPR RI. Untuk itu, Ia berharap agar bisa bersinergi bersama Aspitindo dalam pengawasan.
“Dalam waktu dekat ini saya berkoordinasi dengan Sales Branch Manager (SBM) dan Aspitindo untuk melakukan sidak ke lapangan terkait aspirasi yang kami terima,” katanya.
Dia juga menegaskan, apabila ditemukan APMS yang terindikasi bermain dengan pengusaha ataupun pereorangan yang menyalahgunakan BBM bersubsidi, pihaknya akan menindaki secara tegas.
“Sanksinya bisa berupa penghentian distribusi minyak bersubasidi, kemudian kita alihkan ke APMS lainnya,” tegasnya.
Laporan: Ikas









